Nataru 2026-2027 Mengintai, Cuaca Buruk dan Antrean Pelabuhan Jadi Pekerjaan Rumah Angkutan Laut
Angkutan laut Nataru 2026-2027 menghadapi risiko cuaca buruk dan antrean pelabuhan. Operator menyiapkan armada, personel, dan standar keselamatan.-Foto: Antara-
Menurut dia, antrean panjang di sejumlah lintasan penyeberangan tidak selalu disebabkan oleh kekurangan kapal. Kapasitas dermaga, kolam pelabuhan, dan pengaturan arus kendaraan turut menentukan kelancaran pergerakan penumpang maupun logistik.
Karena itu, pemerintah dan pengelola pelabuhan perlu berkoordinasi dengan operator untuk memperkirakan lonjakan permintaan dan mengurai potensi kemacetan. Tanpa pengelolaan infrastruktur dan arus kendaraan yang memadai, penambahan kapal belum tentu menyelesaikan antrean di pelabuhan.
Khoiri juga menekankan pentingnya pemeriksaan muatan kendaraan sebelum penyeberangan. Pengelola pelabuhan dan operator perlu mengawasi kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL), sekaligus memastikan barang berbahaya atau dangerous goods ditangani sesuai ketentuan.
Bahan kimia dan baterai listrik, misalnya, memerlukan perhatian khusus dalam proses pengangkutan. Informasi mengenai jenis barang yang disampaikan pengirim perlu diverifikasi agar sesuai dengan muatan sebenarnya.
Dengan demikian, persiapan angkutan Nataru bukan semata urusan menambah kapal ketika permintaan meningkat. Kesiapan armada, disiplin pemeriksaan muatan, kondisi infrastruktur pelabuhan, dan keputusan berlayar berdasarkan cuaca menjadi rangkaian yang menentukan keselamatan serta kelancaran transportasi laut selama libur akhir tahun.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-