Selain itu, Satgas merekomendasikan percepatan pembentukan koperasi melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi koperasi di desa/kelurahan, serta bertugas mengambil keputusan cepat untuk mengatasi berbagai permasalahan dan hambatan yang muncul di lapangan demi kelancaran program.
Salah satu keputusan penting dalam Keputusan Presiden ini adalah penunjukan Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Keppres tersebut juga menunjuk Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) sebagai leading sector utama dalam Satgas ini, dengan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang menjabat sebagai Wakil Ketua I.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa koperasi ini dibentuk untuk memotong rantai pasok yang panjang.
Koperasi ini nantinya akan menjadi distributor pupuk subsidi, tabung gas, sembako, bantuan-bantuan pemerintah yang bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia.
"Ditarget nanti 28 Oktober akan di-launching, sekaligus operasional koperasi yang ada di desa itu," ujar Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan Sabtu 10 Mei 2025.
Zulkifli menyebutkan bahwa sampai hari Sabtu 10 Mei 2025 waktu sore, sudah terbentuk sebanyak l9.835 Kopdes Merah Putih.
Kopdes juga berperan menjadi agen BRI Link dan BNI, sehingga bisa dilakukan simpan pinjam yang diyakini akan memotong rentenir, pinjol dan akan menghilangkan tengkulak.