Cak Imin Ngotot MBG Jalan Terus Walau Pelajar Keracunan di Mana-Mana

Cak Imin Ngotot MBG Jalan Terus Walau Pelajar Keracunan di Mana-Mana

Cak Imin pastikan program makan bergizi gratis tetap jalan meski kasus keracunan pelajar melonjak ribuan di berbagai daerah.-Foto: IG @cakiminow-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memastikan pemerintah tetap akan jalan terus dengan program makan bergizi gratis meskipun kasus keracunan terus bermunculan dan kritik semakin deras. Ia menilai program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu penting untuk pemerataan gizi anak bangsa.

“Tidak boleh berhenti di tengah jalan. Sesuai dengan kata Presiden bahwa ini adalah rintangan yang harus kita hadapi dalam proses awal menjalankan program besar,” ujar Muhaimin kepada wartawan pada Minggu, 28 September 2025.

Meski berkomitmen melanjutkan, pria yang akrab disapa Cak Imin ini berjanji pemerintah tidak akan tinggal diam. Evaluasi besar-besaran dijanjikan agar keracunan tidak makin meluas.

“Pemerintah akan secara serius mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program MBG serta terus mendengar dan menindaklanjuti seluruh masukan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Tepis Isu Presiden Boneka, Jokowi Bilang Prabowo Pemimpin Kuat

Fakta di lapangan memang bikin dahi berkerut. Catatan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menyebut ada 5.626 kasus keracunan akibat MBG di 16 provinsi sejak Januari hingga September 2025. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia bahkan mencatat jumlah korban sudah melonjak menjadi 6.452 kasus pekan lalu, naik tajam dari 1.376 kasus pada akhir Juni.

Cak Imin bilang pemerintah akan menguliti seluruh rantai pelaksanaan MBG, dari bahan baku, proses masak, hingga distribusi oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi. Setiap dapur diwajibkan punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. “Sertifikat laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, dan bukti penggunaan air layak pakai bukan pilihan. Itu kewajiban yang harus ditegakkan di semua dapur MBG,” tegasnya.

Ironisnya, data Kantor Staf Presiden mencatat dari sekitar 8.500 dapur MBG yang ada, hanya 34 yang sudah punya sertifikat kelayakan.

Namun, Ketua Umum PKB itu tetap optimistis program ini bisa mempercepat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, petani, UMKM, dan pengusaha lokal akan ikut terlibat memasok kebutuhan.

BACA JUGA:Alasan Dedi Mulyadi Hentikan Sementara Tambang di Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg

Karena itu, Cak Imin mengajak publik jangan buru-buru memvonis mati MBG, melainkan ikut mengawal agar program yang diklaim sebagai gerakan gotong-royong ini benar-benar memberi masa depan sehat untuk anak-anak Indonesia. 

“MBG ini merupakan gerakan gotong-royong pemberdayaan masa depan anak-anak Indonesia yang harus terus dikawal serius pelaksanaannya,” pungkasnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya