Ia juga menegaskan bahwa setiap siswa akan memperoleh satu unit laptop.
Namun, akses internet pada laptop tersebut tidak sepenuhnya bebas.
Akses internet tersebut akan dibatasi agar tidak mengganggu fokus para siswa dalam kegiatan belajar.
BACA JUGA:Usaha Makin Meluas? Yuk Ajukan KUR Bank BRI 2025 Plafon Rp 150 Juta!
"Ini Insya Allah (laptop) mudah-mudahan akhir Agustus atau awal September. Mudah-mudahan ya, sekarang sedang berproses," harapnya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa proses pengadaan laptop akan berlangsung secara transparan.
Ia telah memerintahkan agar pengadaan tersebut memenuhi semua ketentuan dan tidak boleh ada penyimpangan.
"Ya, tapi kira-kira nanti prosesnya kan transparan ya, bagaimana pengadaan pemerintah dan saya sudah perintahkan untuk melakukan pengadaan dengan transparan, memenuhi ketentuan, dan tidak boleh ada penyimpangan," tegasnya.
BACA JUGA:122 Juta Rekening Sudah Diblokir, Sekarang Giliran E-Wallet? Begini Kata PPATK!
Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menyampaikan bahwa spesifikasi laptop untuk siswa didasarkan pada kebutuhan belajar, bukan pada merek mahal.
Penyusunan spesifikasi ini merupakan hasil kerja sama dengan tim ahli dari beberapa perguruan tinggi.
Ia juga memastikan bahwa proses pengadaan tidak melibatkan kerja sama dengan distributor tertentu.
Hal ini untuk memastikan laptop yang disediakan benar-benar tepat guna untuk para siswa.
BACA JUGA:Bansos PKH Tahap 3 Cair Lagi Bulan Agustus! Cek Namamu Sekarang, Bisa Dapat Rp3 Juta
“Kita lihat spesifikasi yang sudah disusun oleh tim ahli dari beberapa perguruan tinggi. Kita tidak pakai (laptop dengan spesifikasi) ketinggian, juga tidak pakai yang rendah. Ya sesuai yang dibutuhkan,” jelasnya.
Program ini menegaskan fokus pemerintah pada peningkatan kualitas belajar siswa melalui dukungan teknologi.