JAKARTA, Semaraknews.id – Purbaya Yudhi Sadewa resmi duduk di kursi Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak Senin, 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Jabatan barunya ini langsung bikin sorotan publik tajam, sayangnya bukan dalam bentuk tepuk tangan, melainkan cibiran. Baru mulai kerja, sentimen warganet sudah menunjukkan angka merah: 55 persen komentar bernada negatif.
Data ini direkam Litbang Kompas lewat Kompas Monitoring yang menganalisis percakapan di lima platform medsos populer—TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, dan X—antara 8-10 September 2025. Dari 20.500 unit data berupa unggahan dan komentar, publik kelihatan lebih banyak mendesah kecewa daripada bersorak gembira.
Artinya, Purbaya menghadapi tantangan berat: bukan cuma mengelola keuangan negara, tapi juga mengelola “utang kepercayaan” netizen.
Kontroversi “Rakyat Kecil” dan Tuntutan “17+8”
Topik paling panas muncul dari ucapan Purbaya soal tuntutan “17+8” dan istilah “rakyat kecil”. Nah, inilah yang bikin medsos meledak. Sebanyak 75 persen percakapan netizen menilai komentar itu merendahkan, bahkan ada yang nyeletuk “pejabat harus punya empati.”
Gara-gara viral, keesokan harinya, Selasa, 9 September 2025, Purbaya buru-buru minta maaf. Tapi, namanya jejak digital, permintaan maaf itu tidak serta-merta menghapus kesan pertama. Warganet sudah keburu menilai gaya komunikasinya arogan.
BACA JUGA:Draf RUU Perampasan Aset Digodok Lagi, DPR Janji Sikat Harta Haram
Seolah belum cukup masalah, nama anak Purbaya, Yudo Sadewa, ikut bikin gaduh. Lewat Instagram Story, Yudo menulis, “Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri.” Publik langsung menghubungkannya dengan Sri Mulyani, mengingat rekam jejaknya di Bank Dunia.
Konten ini bikin netizen makin ngamuk: 76 persen percakapan soal unggahan itu bernada negatif. Apalagi, video lama Yudo tentang “ciri-ciri orang miskin” yang sempat viral Februari 2025 kembali naik ke permukaan. Alhasil, banyak yang nyeletuk sinis, “anak dan bapak sama saja.”
Walau begitu, tidak semua komentar tentang Purbaya bernada miring. Ada juga publik yang memberi peluang. Topik harapan perubahan ekonomi justru menyumbang 98 persen percakapan positif. Netizen berharap Purbaya bisa membuktikan kapasitasnya memperbaiki ekonomi Indonesia.
Namun, rasa optimisme ini bercampur keraguan. Saat Purbaya bilang, “Saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi,” netizen terbelah. Sekitar 52 persen menilainya terlalu percaya diri, 18 persen menganggap positif, sisanya masih wait and see.
BACA JUGA:Prabowo Mejeng di Layar Bioskop, Warganet Curiga Propaganda, Istana: Itu Hal Lumrah
Janji memperbaiki ekonomi pun jadi bahan diskusi hangat. Meski 41 persen netizen memberi komentar positif, 30 persen lainnya tetap skeptis—alias “ayo buktiin dulu, jangan cuma jago omong.”
Julukan “Menteri Gaya Koboi”
Sorotan lain datang dari gaya komunikasi Purbaya yang blak-blakan. Netizen menjulukinya “menteri gaya koboi.” Dari percakapan, 46 persen menilai negatif, 30 persen positif. Julukan ini punya dua sisi: ada yang memandang berani, tapi ada juga yang menganggap sok jagoan.
Bahkan Komisi XI DPR ikut menyindir. Di rapat perdana, mereka bilang boleh saja tampil seperti koboi, tapi harus ada “peluru” kinerja, bukan sekadar gaya.
Netizen juga mewanti-wanti: jangan sampai Purbaya yang baru saja dilantik malah ikut nyemplung dalam kubangan korupsi. Topik ini menduduki peringkat keenam terpopuler. Sekitar 56 persen percakapan bernada negatif, 29 persen positif.