Rocky Gerung Kena Ledek Menkeu Purbaya: Belajar Ekonomi Lagi Pak!

Senin 15-09-2025,15:29 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semsraknews.co.id – Panggung politik nasional lagi-lagi memanas. Kali ini duel verbal datang dari Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, melawan pengamat politik kawakan Rocky Gerung. Awalnya hanya kritik ringan, tapi berubah jadi adu sindir di panggung publik.

Purbaya yang baru saja masuk kabinet Presiden Prabowo Subianto jelas tidak mau citranya rusak di awal jabatan. Ia merasa terusik disebut melakukan blunder. Alih-alih diam, sang menkeu justru melontarkan balasan yang lebih pedas. Semua bermula dari komentar Purbaya soal gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat yang ramai diperbincangkan pada akhir Agustus 2025.

Dalam konferensi pers di kantornya pada Senin, 8 September 2025, Purbaya menganggap gerakan itu tak lebih dari suara kecil. “Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita ya. Kenapa? Mungkin sebagian merasa terganggu, hidupnya masih kurang,” kata Purbaya. Pernyataan yang terlihat ringan itu ternyata menjadi bahan bakar baru bagi Rocky Gerung.

Lewat kanal YouTube-nya pada Rabu, 10 September 2025, Rocky langsung menyambar. Menurutnya, ucapan Purbaya justru menjadi ujian awal stabilitas kabinet Prabowo.

BACA JUGA:Era Baru Deteksi Nuklir, AI China Kini Mampu Tembus Kabut Rahasia Kapal Selam AS

“Pro-kontra mulai berlangsung. Terutama yang jadi viral sekarang adalah soal Menteri Keuangan yang baru, Saudara Purbaya,” kata Rocky. Ia menilai, pernyataan itu menunjukkan ketidaksinkronan dengan visi kerakyatan Prabowo.

Rocky tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti reaksi pasar yang disebutnya negatif. “Artinya, kita tak perlu terlalu terkejut kalau IHSG langsung anjlok dan nilai rupiah juga melemah,” kata Rocky sambil membandingkan Purbaya dengan Sri Mulyani, menteri keuangan sebelumnya.

Merasa disudutkan, Purbaya tak tinggal diam. Ia memanfaatkan momen di acara Great Lecture Transformasi Ekonomi Nasional pada Minggu, 14 September 2025, bukan hanya untuk menjelaskan visinya, tetapi juga me-roasting balik Rocky Gerung.

Di hadapan audiens, Purbaya membuka paparan dengan ambisi mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang dipasang Presiden Prabowo.

BACA JUGA:Petisi Copot Gus Yahya Tembus Ribuan Tanda Tangan, UI Jawab dengan Kalimat Standar

Ia optimistis target ini bisa tercapai dengan memaksimalkan kekuatan permintaan domestik yang porsinya hampir 90 persen dari mesin ekonomi Indonesia. “Kalau bisa memanajemennya secara baik, bisa tumbuh baik juga,” katanya.

Dari optimisme itu, Purbaya mulai masuk ke narasi panjang tentang tren pertumbuhan ekonomi sejak era Presiden SBY hingga Jokowi. Di sinilah ia menyelipkan sindiran tajam untuk Rocky Gerung. 

“Saya mau kritik pak Rocky Gerung sedikit. Dia suka ngeledekin Jokowi gak ngapa-ngapain, ini pak,” kata Purbaya sambil mengangkat grafik pertumbuhan ekonomi di era Jokowi.

Ia menegaskan, intervensi istana pada masa lalu ikut berkontribusi mendongkrak ekonomi. Sebaliknya, perlambatan ekonomi pada 2024 sampai 2025 disebutnya bukan soal politik, melainkan karena ada pergerakan ekonomi yang sengaja dimatikan. “Bukan dari politik, tapi dari ekonomi yang dibunuh penyebab utamanya,” tegas Purbaya.

BACA JUGA:Google Luncurkan VaultGemma, Raja Baru AI yang Peduli Privasi

Kategori :