JAKARTA, Semaraknews.co.id – Nama Irjen Krishna Murti belakangan ramai jadi perbincangan, bukan soal kinerja kepolisian, melainkan isu pribadi. Ia terseret dugaan perselingkuhan dengan Kompol Anggraini Putri, yang cepat menyebar di media sosial.
Tapi, di balik riuh kabar miring itu, publik justru penasaran dengan sosok Nany Arianty Utama, istri sah yang selama ini mendampingi Krishna.
Cerita ini bermula pada Selasa, 16 September 2025, setelah akun X @SianiparRismon menulis tudingan, lalu diperkuat lewat video di kanal YouTube Balige Academy berjudul “Skandal Cinta Terlarang Irjen Krishna Murti dan Kompol Anggraini”.
Dalam video itu, Rismon menuding keras, “Jenderal bukannya mikir kontribusi untuk negara, malah main cewek terlarang. Moralitas semacam apa orang ini?”
BACA JUGA:Gaji Menpora Cuma Rp18 Juta, Buat Erick Thohir Kayak Uang Jajan
Isu tersebut cepat menggelinding. Mabes Polri dikabarkan sudah memproses lewat sidang etik tertutup sejak 29 Juli 2025.
Hasilnya, melalui Surat Telegram Kapolri Nomor S/1764/VIII/KEP/2025 pada 5 Agustus 2025, Krishna dimutasi dari jabatan Kadiv Hubinter menjadi staf ahli Kapolri bidang manajemen.
Nany Arianty Utama, Istri yang Disorot
Di tengah polemik ini, nama Nany Arianty Utama mencuri perhatian. Lulusan ekonomi ini tak hanya dikenal sebagai istri seorang jenderal, melainkan juga aktif di organisasi Bhayangkari.
Ia ikut mendampingi Krishna dalam berbagai penugasan, termasuk saat sang suami ditempatkan di Markas Besar PBB di New York pada 2011–2013.
BACA JUGA:Prabowo Rekrut Senior TNI yang Pernah Singkirkan Dia, Balas Dendam atau Rekonsiliasi?
Kehidupan pribadi mereka sejatinya jauh dari sorotan publik. Pasangan ini memiliki dua anak, Alsa Narishky Krishna dan Althaf Andhika Krishna.
Nany sendiri dikenal menjaga privasi, terlihat dari akun Instagram pribadinya yang diprivat, berbeda dengan Krishna yang dulu aktif di media sosial. Menariknya, sejak kasus ini ramai, akun Instagram Krishna justru mendadak hilang dari pencarian.
Rekam Jejak Krishna Murti
Nama Krishna Murti bukan sosok asing di tubuh Polri. Lahir di Ambon pada 15 Januari 1970, ia meniti karier sejak lulus Akpol 1991 dan segera dikenal sebagai perwira dengan pengalaman internasional. Pada 1996, ia ikut misi perdamaian PBB di Bosnia, menjadi salah satu pintu awal yang memperkenalkan dirinya ke panggung global.
Karier domestiknya dimulai dari sejumlah jabatan operasional, mulai Kanit Reserse Narkoba di Polwiltabes Surabaya, Kapolsek Metro Penjaringan, hingga Kapolres. Nama Krishna benar-benar mencuat ketika menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2015.
BACA JUGA:Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya, Babak Pembuka yang Penuh Tanda Tanya