Dari posisinya itu, ia menangani sederet perkara besar, dari bom Sarinah 2016 hingga kasus kopi sianida Jessica Wongso. Saat itu, Krishna juga populer lewat kampanye “Turn Back Crime” yang membuatnya akrab dengan sorotan publik.
Puncak kariernya datang saat dipercaya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri pada 2022. Jabatan setingkat bintang dua itu membuatnya mengelola kerja sama kepolisian lintas negara, sekaligus memoles citra Polri di mata dunia.
Pada fase ini pula Krishna mengukuhkan reputasinya sebagai perwira dengan jejaring luas, meski tetap tak bisa lepas dari kontroversi. Dengan jejak panjang penuh sorotan ini, Krishna Murti kerap dianggap sebagai perwira yang kariernya selalu berdampingan dengan prestasi sekaligus isu publik.