Arya juga menilai tuntutan "reset" mengabaikan kenyataan bahwa Indonesia memiliki mekanisme reformasi yang sah, baik lewat amandemen, legislasi, maupun partisipasi publik.
"Daripada reset yang berisiko chaos, bangsa ini seharusnya memperkuat evaluasi, pengawasan, dan perbaikan sistem secara bertahap dan inklusif," tegasnya.
Data survei nasional pun menunjukkan mayoritas masyarakat lebih menginginkan stabilitas, keamanan, dan keberlanjutan pembangunan ketimbang perubahan radikal tanpa arah jelas.
Seruan untuk Generasi Muda
Menutup pernyataannya, Arya Eka Bimantara mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi wacana perubahan radikal.
"Mari kita rawat Indonesia dengan semangat Hubbul Wathon Minal Iman, memperkuat Pancasila, dan memperbaiki bangsa melalui jalur konstitusional, dialog, serta musyawarah," pungkasnya.