SEMARAKNEWS.CO.ID - Kasus naturalisasi palsu di Timnas Malaysia ternyata merembet jauh hingga ke Eropa.
Klub La Liga Spanyol, Deportivo Alaves, kini ikut terseret setelah salah satu pemainnya, Facundo Garces, mendapat sanksi larangan bermain selama satu tahun dari FIFA.
Media Spanyol bahkan menyarankan agar Alaves tidak tinggal diam dan segera menuntut ganti rugi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang dianggap jadi pihak paling bertanggung jawab atas masalah ini.
Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi keras setelah menemukan adanya dugaan naturalisasi palsu pada pemain Malaysia.
Facundo Garces, bek asal Argentina, diklaim memiliki darah Malaysia dari garis buyutnya. Namun, dokumen tersebut akhirnya dipertanyakan dan dianggap tidak valid.
Akibatnya, Garces mendapat sanksi larangan beraktivitas sepak bola selama satu tahun penuh. Situasi ini jelas merugikan Alaves yang baru mendatangkan sang pemain dari klub Argentina, Colon, pada Januari 2025.
Menurut catatan Transfermarkt, Garces masih terikat kontrak panjang hingga 30 Juni 2028. Artinya, Alaves harus tetap membayar gaji sang pemain meski tak bisa memainkannya di kompetisi resmi.
Saran dari Media Spanyol: Tuntut Ganti Rugi FAM
Media olahraga ternama Spanyol, AS.com, menilai Alaves berhak mengajukan kompensasi kepada FAM atas kerugian besar yang ditanggung klub.
“Masalah ini memakan waktu lama dan yang menanggung biayanya adalah Deportivo Alaves, yang tidak dapat mengandalkan jasanya,” tulis AS.
“Tidak hanya bagi bek tengah Argentina itu, tetapi juga bagi Alaves, yang dilarang memainkannya dan ‘menskorsnya’ dari skuad. Kompensasi bisa diajukan atas skorsingnya berupa ganti rugi,” tambah mereka.
Pelatih Alaves Coba Tenang
Meski diterpa badai, pelatih Alaves, Eduardo “Chacho” Coudet, tetap menunjukkan ketenangan. Ia mengaku sudah berbicara langsung dengan Garces dan percaya pemainnya itu kuat menghadapi cobaan ini.
“Saya berbicara dengan Facu dan dia tampak tenang, itu juga yang membuat saya tenang,” kata Coudet.
“Kami berharap kasus ini diselesaikan dengan cara terbaik.”