FIFA Tolak Banding FAM! Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Terbukti Gunakan Dokumen Palsu, Denda Rp7,2 Miliar!

FIFA Tolak Banding FAM! Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Terbukti Gunakan Dokumen Palsu, Denda Rp7,2 Miliar!

Timnas Malaysia-ilustrasi-

SEMARAKNEWS.CO.ID - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menolak banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) setelah tujuh pemain naturalisasi terbukti menggunakan dokumen palsu untuk mengeklaim kelayakan membela tim nasional Malaysia.

Dalam keputusan yang diumumkan Senin (3/11/2025), FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,2 miliar) kepada FAM, serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama satu tahun bagi ketujuh pemain tersebut.

Selain itu, masing-masing pemain juga dijatuhi denda tambahan sebesar 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41 juta).

Tujuh pemain tersebut adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel semuanya berasal dari Argentina, Brasil, Belanda, dan Spanyol.

Mereka sempat memperkuat timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada Juni lalu, yang saat itu dimenangkan Malaysia dengan skor 4–0.

BACA JUGA:Proyek Jalan Bomang Terancam Molor, Dedi Mulyadi Tetap Kukuh Tutup Tambang Parungpanjang

FIFA Ungkap Pemalsuan Dokumen Asal Usul Pemain

Dalam laporan investigasinya, FIFA menemukan bahwa para pemain tersebut telah menyalahgunakan data silsilah keluarga untuk memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Mereka mengklaim memiliki kakek atau nenek asal Malaysia, namun setelah diverifikasi, dokumen tersebut terbukti palsu.

“Investigasi menemukan informasi yang bertentangan setelah kami berhasil memperoleh dokumen asli dari negara asal para pemain,” ungkap FIFA dalam pernyataan resminya.

FIFA menegaskan bahwa FAM memiliki waktu satu bulan untuk menentukan apakah akan melanjutkan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss, lembaga hukum tertinggi dalam penyelesaian sengketa olahraga internasional.

FAM Terkejut dan Siapkan Langkah Hukum

Menanggapi keputusan tegas FIFA tersebut, Presiden FAM sementara, Mohd Yusoff Mahadi, menyampaikan bahwa pihaknya terkejut dengan keputusan itu dan akan meminta penjelasan resmi secara tertulis sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Ini pertama kalinya FAM menghadapi situasi seperti ini. Para pengacara dan manajemen kami sangat terkejut, namun kami akan tetap memperjuangkan hak para pemain dan kepentingan sepak bola Malaysia di tingkat internasional,” ujar Yusoff, Senin (3/11/2025).

FAM menegaskan bahwa kesalahan teknis dalam proses administrasi pengajuan dokumen diduga menjadi penyebab utama masalah ini. Meski demikian, FIFA tetap menilai pelanggaran ini serius, karena menyangkut keabsahan pemain dalam ajang internasional resmi.

Dampak Berat untuk Reputasi Sepak Bola Malaysia

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia, terutama karena terjadi saat mantan Presiden FAM, Hamidin bin Haji Mohd Amin, masih duduk di Dewan FIFA yang beranggotakan 37 orang.

Akibat kasus ini, Sekretaris Jenderal FAM, Noor Azman Rahman, langsung ditangguhkan dari jabatannya, sementara FAM tengah melakukan investigasi internal untuk mencari sumber kesalahan pengajuan dokumen.

“Kami akan belajar dari insiden ini dan memperkuat sistem verifikasi kami agar hal serupa tidak terulang,” tegas Yusoff.

Selain mencoreng reputasi FAM, sanksi ini juga berdampak pada peringkat dan kredibilitas Malaysia di kancah internasional. Pasalnya, kemenangan 4–0 melawan Vietnam dalam kualifikasi Piala Asia kemungkinan akan dibatalkan atau ditinjau ulang oleh AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

Peringatan Keras dari FIFA

BACA JUGA:GIIAS Makassar 2025 Dibuka Hari Ini, Cek Panduan Lengkap Akses ke Summarecon Mutiara Makassar Convention Center

FIFA melalui komisi etiknya menegaskan, kasus pemalsuan dokumen seperti ini akan ditindak tegas untuk menjaga integritas sepak bola dunia.

“Tidak ada ruang bagi kecurangan dalam sepak bola internasional. Semua pemain harus memenuhi syarat legal dan moral yang jelas untuk membela negaranya,” tulis pernyataan FIFA.

Larangan bermain selama setahun menjadi peringatan keras bagi pemain-pemain naturalisasi di seluruh dunia agar tidak mencoba memanipulasi identitas atau dokumen resmi demi mempercepat proses naturalisasi.

Malaysia Didorong Pulihkan Citra Sepak Bola Nasional

Meski diterpa skandal besar, FAM berjanji akan memulihkan kepercayaan publik dan memperbaiki sistem seleksi pemain nasional.

“Ini adalah pelajaran mahal bagi kami. Tapi kami tidak akan menyerah untuk membangun kembali nama baik sepak bola Malaysia,” ujar Yusoff menutup keterangannya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya