Virus Nipah dari Kelelawar Buah Masuk Daftar Prioritas WHO, Tingkat Kematian Capai 75 Persen

Senin 02-02-2026,15:34 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Virus Nipah dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu penyakit prioritas global karena tingkat penularannya yang cepat dan dampaknya yang sangat serius pada manusia maupun hewan.

Hingga saat ini, virus Nipah belum memiliki obat maupun vaksin khusus, sehingga kewaspadaan, pemantauan ketat, dan edukasi publik menjadi kunci utama pencegahan.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus RNA yang termasuk dalam famili Paramyxoviridae dan genus Henipavirus.

Virus Nipah pertama kali terdeteksi pada 1998 di Malaysia, terutama di kalangan peternak babi, dengan kelelawar buah sebagai reservoir alaminya.

Infeksi virus Nipah dapat bersifat tanpa gejala, namun juga bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan akut hingga radang otak atau ensefalitis yang berisiko fatal.

BACA JUGA:Virus Nipah Merebak di India, Cara Thailand dan Singapura Jadi Contoh Kewaspadaan Indonesia

Penyebab Virus Nipah

Penyebab utama virus Nipah adalah infeksi yang berasal dari reservoir alami, yakni kelelawar buah atau rubah terbang.

Meskipun tidak menunjukkan gejala, kelelawar dapat menyebarkan virus Nipah melalui air liur, urin, dan feses.

Penularan virus Nipah juga dapat terjadi melalui kontak dekat dengan manusia yang telah terinfeksi.

BACA JUGA:Bandara Asia Perketat Pemeriksaan Kesehatan usai Muncul Kasus Virus Nipah di India

Cara Penularan Virus Nipah

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur.

  • Pertama, penularan dari hewan ke manusia, yaitu melalui kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi seperti kelelawar, babi, kuda, kambing, dan domba.
  • Kedua, penularan virus Nipah dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan pasien atau cairan tubuh seperti air liur dan dahak.
  • Petugas kesehatan dan perawat memiliki risiko lebih tinggi tertular virus Nipah.
  • Ketiga, konsumsi makanan yang terkontaminasi virus Nipah, seperti buah dengan bekas gigitan kelelawar atau getah kurma yang terpapar urin dan air liur kelelawar.

Masa Inkubasi Virus Nipah

Masa inkubasi virus Nipah umumnya berkisar antara 7 hingga 21 hari setelah seseorang terpapar.

Pada periode ini, penderita virus Nipah belum menunjukkan gejala meskipun virus sudah berkembang dalam tubuh.

Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai

Gejala virus Nipah perlu diawasi secara ketat karena dapat berkembang cepat dan berbahaya.

Gejala awal virus Nipah meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan muntah, menyerupai flu berat.

Kategori :

Terpopuler