JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Aktivis media sosial Permadi Arya, yang dikenal dengan nama Abu Janda, kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah acara talk show televisi.
Ucapan yang disampaikan Permadi Arya dalam program tersebut memicu perdebatan luas di media sosial.
Sejumlah pihak menilai pernyataan itu mengandung interpretasi sejarah yang kontroversial terkait hubungan internasional dan posisi Indonesia dalam isu global.
Salah satu kritik datang dari Ketua Umum organisasi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho, yang akrab disapa Gus Wal.
BACA JUGA:PNIB: Jangan Biarkan Konflik Iran, Israel, dan AS Memecah Persatuan Bangsa Indonesia!
PNIB Nilai Pernyataan Abu Janda Berpotensi Memicu Provokasi
Menurut Gus Wal, pernyataan Permadi Arya dalam tayangan tersebut berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.
Ia menilai narasi yang disampaikan dapat menimbulkan kesalahpahaman terkait sejarah hubungan Indonesia dengan sejumlah negara, termasuk Palestina, yang selama ini memiliki hubungan solidaritas panjang dengan Indonesia.
“Pernyataan seperti itu perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan provokasi dan memicu perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Gus Wal dalam keterangannya kepada media.
Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian media dalam memberikan ruang kepada figur publik yang menyampaikan pandangan sensitif di ruang publik.
BACA JUGA:Perang Iran vs Amerika dan Israel Memanas, PNIB: Perdamaian Harga Mati!
Kritik Terhadap Tayangan Televisi
Selain mengkritik isi pernyataan, Gus Wal juga menyoroti peran media yang menayangkan diskusi tersebut.
Menurutnya, platform televisi memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas diskusi publik agar tidak memicu polemik yang berlebihan.
Ia menilai kegaduhan yang muncul dari tayangan tersebut berpotensi mengalihkan perhatian publik dari isu-isu yang lebih penting, seperti kondisi ekonomi nasional dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Pernyataan Kontroversial Dinilai Tidak Etis
Dalam tayangan yang sama, Permadi Arya juga disebut melontarkan pernyataan bernada penghinaan kepada salah satu narasumber lain dalam forum diskusi tersebut.
Gus Wal menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika dalam ruang publik, terlebih disampaikan dalam siaran yang ditonton masyarakat luas.