Perbedaan Biaya Haji dan Umrah 2026, Ini Rincian Lengkap dari Haji Reguler hingga Furoda

Senin 13-04-2026,09:16 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci tidak hanya berkaitan dengan kesiapan spiritual, tetapi juga membutuhkan perhitungan finansial yang matang sejak awal.

Bagi umat Islam yang ingin beribadah ke Makkah dan Madinah, memahami perbedaan biaya antara haji dan umrah menjadi hal penting sebelum menentukan pilihan.

Perbedaan biaya antara kedua ibadah ini cukup besar karena dipengaruhi berbagai faktor seperti durasi perjalanan, sistem penyelenggaraan, kuota keberangkatan, hingga fasilitas layanan yang disediakan.

Karena itu, calon jemaah perlu mengetahui secara rinci besaran biaya serta mekanisme pelaksanaan agar perencanaan tidak meleset dari kondisi nyata di lapangan.

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib bagi umat Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Di Indonesia, penyelenggaraan ibadah haji diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sistem penyelenggaraan haji terbagi menjadi beberapa program dengan kisaran biaya yang berbeda.

BACA JUGA:Adu Irit BBM Honda Vario 150 LED Old vs Honda Vario 160 Terbaru, Mana Lebih Efisien dan Bertenaga?

1. Haji Reguler

Program haji reguler menjadi pilihan paling umum bagi masyarakat Indonesia karena biayanya relatif lebih terjangkau.

Pada tahun 2026, biaya haji reguler diperkirakan berada di kisaran:

Rp54 juta hingga Rp87 juta per orang.

Besaran biaya ini dapat berubah tergantung pada berbagai faktor seperti:

  • kebijakan pemerintah
  • fluktuasi nilai tukar rupiah
  • biaya operasional layanan haji

Meski lebih terjangkau, haji reguler memiliki daftar tunggu yang sangat panjang, bahkan di beberapa daerah bisa mencapai puluhan tahun.

2. Haji Khusus atau Haji Plus

Pilihan berikutnya adalah haji khusus atau haji plus yang menawarkan fasilitas lebih premium dibandingkan program reguler.

Beberapa keunggulan layanan haji plus antara lain:

  • hotel berbintang yang lebih dekat dengan Masjidil Haram
  • bimbingan ibadah lebih intensif
  • jadwal perjalanan yang lebih nyaman

Kisaran biaya untuk program ini berada di angka:

Rp120 juta hingga Rp150 juta per orang.

Besarnya biaya sangat bergantung pada paket layanan serta reputasi penyelenggara perjalanan ibadah.

3. Haji Furoda atau Mujamalah

Haji furoda sering disebut sebagai program paling eksklusif karena menggunakan kuota undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.

Keunggulan utama program ini adalah tidak memerlukan antrean panjang seperti haji reguler.

Namun biaya yang harus dikeluarkan juga sangat tinggi.

Pada tahun 2026, biaya haji furoda diperkirakan berada di kisaran:

Rp373,9 juta hingga Rp1 miliar per orang.

Biaya tinggi tersebut sebanding dengan keunggulan utama berupa keberangkatan cepat tanpa daftar tunggu yang biasanya sangat panjang.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Insentif Baru Motor Listrik, Menkeu Purbaya: Skemanya Akan Berbeda dari Era Sebelumnya

Biaya Umrah Lebih Terjangkau dan Fleksibel

Berbeda dengan haji, ibadah umrah bersifat sunah dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun di luar musim haji.

Karena tidak dibatasi kuota ketat, penyelenggaraan umrah biasanya dilakukan oleh biro perjalanan swasta yang menawarkan berbagai paket dengan fasilitas berbeda.

Rata-rata biaya umrah di Indonesia berada pada kisaran:

Rp24 juta hingga Rp28 juta per orang.

Biaya tersebut umumnya sudah mencakup:

  • tiket pesawat pulang-pergi
  • akomodasi hotel di Makkah dan Madinah
  • konsumsi
  • transportasi lokal
  • layanan pembimbing ibadah

Harga paket bisa meningkat jika jemaah memilih fasilitas premium seperti:

  • hotel bintang lima
  • penerbangan langsung tanpa transit
  • tambahan wisata religi di Arab Saudi

Durasi Umrah Lebih Singkat

Rangkaian ibadah umrah relatif lebih sederhana dibandingkan haji.

Ritual umrah terdiri dari beberapa tahapan utama seperti:

  • ihram
  • tawaf
  • sai
  • tahalul

Karena rangkaiannya lebih singkat, durasi perjalanan umrah biasanya hanya berlangsung sekitar 7 hingga 12 hari.

Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa biaya umrah jauh lebih rendah dibandingkan haji.

Faktor Penyebab Selisih Biaya Haji dan Umrah

Perbedaan biaya antara haji dan umrah tidak hanya dipengaruhi oleh status kewajiban ibadah, tetapi juga oleh sejumlah faktor lain.

Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan selisih biaya keduanya cukup besar.

1. Durasi Ibadah

Ibadah haji berlangsung lebih lama dan melibatkan beberapa tahapan penting seperti:

  • wukuf di Arafah
  • mabit di Muzdalifah
  • lempar jumrah di Mina

Kebutuhan akomodasi dan logistik selama periode tersebut membuat biaya operasional meningkat.

2. Pembatasan Kuota

Setiap tahun, pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji dari setiap negara.

Akibatnya, banyak negara termasuk Indonesia memiliki daftar tunggu yang sangat panjang.

Keterbatasan kuota ini juga memunculkan program haji khusus dan furoda yang biayanya jauh lebih mahal.

Sebaliknya, umrah tidak memiliki pembatasan kuota ketat sehingga harga paketnya relatif lebih stabil.

3. Kompleksitas Layanan

Penyelenggaraan haji membutuhkan koordinasi logistik yang sangat kompleks karena jutaan jemaah berkumpul dalam waktu yang sama.

Layanan yang harus disediakan meliputi:

  • transportasi antar lokasi ibadah
  • penyediaan konsumsi dalam jumlah besar
  • pengaturan jadwal perjalanan

Sementara umrah tidak memerlukan skala pelayanan sebesar itu.

4. Biaya Administrasi dan Visa

Komponen biaya tambahan seperti:

  • administrasi
  • visa
  • layanan kesehatan

biasanya lebih kompleks pada penyelenggaraan haji.

 

Proses ini melibatkan prosedur antarnegara yang lebih ketat dibandingkan umrah.

Kategori :

Terpopuler