Prabowo dan Singapura Kompak Jaga Selat Malaka, Jalur Dagang Dunia Tak Boleh Ikut Lumpuh

Selasa 07-07-2026,08:30 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga Selat Malaka tetap menjadi jalur pelayaran internasional yang aman dan terbuka bagi semua negara. Sikap itu disampaikan dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Isu Selat Malaka menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan kedua pemimpin negara. Menurut Prabowo, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama karena sama-sama berbatasan langsung dengan jalur pelayaran strategis tersebut.

Prabowo mengatakan kedua negara sepakat menjaga Selat Malaka agar tetap menjadi lintasan internasional yang bebas dilalui semua pihak.

“Kita harus pelihara keamanan, perdamaian di selat itu, dan juga keamanan dari polusi, kecelakaan, dan perompakan,” ujar Prabowo.

Menurut Kepala Negara, Selat Malaka memegang peran vital bagi aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional. Karena itu, Indonesia dan Singapura akan memperkuat koordinasi dengan Malaysia serta Thailand untuk memastikan jalur tersebut tetap terbuka sesuai ketentuan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

BACA JUGA:Alarm HAM Makin Nyaring, Aduan ke Komnas HAM Tembus 3.003 Kasus, Polri Masih Paling Banyak Dilaporkan

Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menilai posisi Selat Malaka semakin strategis setelah konflik di Timur Tengah sempat mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Kondisi tersebut, kata dia, memberi dampak besar terhadap Singapura sebagai negara yang bergantung pada perdagangan maritim.

Wong mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Malaka tetap terjamin sesuai hukum internasional.

“Termasuk hak transit untuk kapal sesuai dengan UNCLOS, yang juga merupakan hukum internasional,” kata Wong.

Ia menambahkan Indonesia dan Singapura sebagai negara litoral yang memiliki garis pantai di kawasan Selat Malaka memikul tanggung jawab menjaga kawasan tersebut agar tetap aman, terbuka, dan dapat diakses seluruh pengguna jalur pelayaran internasional.

Pertemuan Prabowo dan Wong berlangsung dalam agenda Leaders’ Retreat 2026 atau Pertemuan Tahunan Pemimpin Singapura-Indonesia. Forum tersebut merupakan pertemuan kedua kedua pemimpin setelah Leaders’ Retreat sebelumnya digelar di Singapura pada 2025.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Leaders’ Retreat merupakan agenda rutin yang mempertemukan kepala pemerintahan Indonesia dan Singapura setiap tahun.

“Pertemuan tahunan Presiden RI dan PM Singapura,” ujar Teddy.

BACA JUGA:PDIP Semprot Mimpi PSI Kuasai Jateng, Kandang Banteng Tak Mau Direbut Gajah

Selain membahas kerja sama strategis, kedua negara juga dijadwalkan menandatangani puluhan nota kesepahaman dalam berbagai bidang.

Kategori :