Punya Potensi EBT 188 GW, Jawa Timur Siap Jadi Motor Transisi Energi Indonesia

Minggu 19-07-2026,12:30 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Arah tersebut tertuang dalam RUPTL 2025–2034. Dokumen ini menjadi panduan pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional dalam satu dekade ke depan.

Tantangannya kini bukan lagi menentukan tujuan, tetapi mempercepat pelaksanaan berbagai program yang sudah direncanakan.

"RUPTL sudah memberikan arah yang jelas. Bukan lagi menentukan tujuan, tetapi seberapa cepat kita mampu mencapai tujuan tersebut," ujar Arsyadany.

Menurutnya, ekosistem energi yang dibangun harus mampu menjaga ketahanan pasokan, mendukung keberlanjutan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

Dengan kata lain, pembangunan energi bersih jangan sampai hanya bagus di atas kertas. Implementasinya harus terasa melalui pasokan listrik yang andal, biaya yang terjangkau, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:Disabilitas Tak Mau Lagi Dipinggirkan, Peminat UNJ Meledak, Bukti Kampus Inklusif Bukan Sekadar Pajangan

Transisi Energi Harus Tetap Seimbang

Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, mengingatkan bahwa percepatan transisi energi tetap harus menjaga keseimbangan Trilema Energi.

Trilema tersebut mencakup ketahanan energi atau energy security, keberlanjutan energi atau energy sustainability, serta keterjangkauan energi atau energy equity.

Artinya, pengembangan pembangkit EBT harus berjalan tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga iklim investasi agar pembangunan proyek ketenagalistrikan tetap menarik bagi pelaku usaha.

Kebutuhan masyarakat dan industri di setiap daerah pun harus tetap terpenuhi. Jangan sampai percepatan energi bersih justru membuat pasokan tidak stabil atau harga listrik menjadi sulit dijangkau.

BACA JUGA:Prabowo Punya Penantang Baru! Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Siap Bongkar dan Uji Semua Kebijakan Istana

Jawa Timur Bisa Jadi Lokomotif EBT Nasional

Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember sekaligus Dewan Pakar MKI Jawa Timur, Prof. Dr. Mochamad Ashari, mengatakan Jawa Timur punya posisi penting dalam implementasi RUPTL 2025–2034.

Potensi EBT yang mencapai sekitar 188 GW menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk ikut mempercepat penambahan kapasitas energi bersih nasional.

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor pengembangan energi baru terbarukan nasional,” ujar Prof. Ashari.

Namun, potensi sebesar itu tidak otomatis berubah menjadi pembangkit listrik. Dibutuhkan perencanaan, investasi, teknologi, infrastruktur jaringan, dan dukungan masyarakat.

Kategori :