Prabowo Punya Penantang Baru! Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Siap Bongkar dan Uji Semua Kebijakan Istana

Prabowo Punya Penantang Baru! Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Siap Bongkar dan Uji Semua Kebijakan Istana

Aktivis dan akademikus membentuk Kabinet Bayangan sebagai pengawas pemerintahan Prabowo dengan menawarkan alternatif kebijakan berbasis bukti.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Di tengah nyaris tak terdengarnya suara oposisi di parlemen, sekelompok aktivis dan akademikus memilih membuat jalur sendiri. Mereka membentuk Kabinet Bayangan sebagai tandingan Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya bukan mengambil alih kekuasaan, melainkan mengawasi sekaligus menyodorkan alternatif kebijakan yang diklaim berbasis riset.

Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, mengatakan kehadiran kabinet tersebut lahir karena mekanisme check and balances terhadap pemerintah dinilai semakin melemah. Hampir seluruh partai politik kini berada di barisan pendukung pemerintah sehingga ruang oposisi formal dianggap semakin sempit.

Menurut Feri, Kabinet Bayangan bukan kendaraan politik untuk menggulingkan pemerintahan.

“Kabinet Bayangan adalah wadah pengawasan dan penyusun alternatif kebijakan yang berbasis bukti, bekerja secara sukarela tanpa bayaran, serta bersifat nonpartisan,” kata Feri dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas itu menjelaskan, kabinet tersebut mengadopsi konsep kabinet zaken, yakni susunan menteri yang diisi para ahli sesuai bidangnya, bukan berdasarkan jatah partai politik.

BACA JUGA:Prabowo Semprot Pengkritik Harga Beras, Ribut di Medsos Doang Jangan Kalau Tak Pernah Pegang Cangkul

Sebanyak 15 orang akhirnya terpilih setelah melalui proses seleksi dari 121 pendaftar dan 102 nama yang diusulkan jaringan masyarakat sipil.

Berikut susunan Kabinet Bayangan yang diumumkan kepada publik.

  1. Menteri Sekretaris Negara Feri Amsari.
  2. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara Armand Suparman.
  3. Menteri Luar Negeri Shofwan Al-Banna Choiruzzad.
  4. Menteri Pertahanan Curie Maharani.
  5. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal Khoirunnisa Nur Agustyati.
  6. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Yance Arizona.
  7. Menteri Perekonomian Media Wahyudi Askar.
  8. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Bhima Yudhistira Adhinegara.
  9. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Iqbal Damanik.
  10. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Iman Zanatul Haeri.
  11. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital Nenden Sekar Arum.
  12. Menteri Kesehatan Irma Hidayana.
  13. Menteri Sosial dan Layanan Dasar Nabiyla Risfa Izzati.
  14. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Isnawati Hidayah.
  15. Sekretaris Kabinet Ahmad Jilul Q.F.

Feri menjelaskan setiap menteri dalam Kabinet Bayangan akan menjadi mitra pembanding langsung bagi menteri di Kabinet Merah Putih. Dengan begitu, setiap kebijakan pemerintah tidak hanya dikritik, tetapi juga disertai alternatif solusi yang dapat diuji di ruang publik.

“Seluruh posisi kebijakan mengacu pada satu kerangka keberpihakan kepada rakyat. Kerangka ini menjadi acuan tunggal ketika menteri bayangan maupun sekretariat merespons isu apa pun sehingga masyarakat dapat mengenali sikap Kabinet Bayangan meskipun disampaikan oleh menteri yang berbeda-beda,” ujarnya.

Selain mengkritisi kebijakan pemerintah, Kabinet Bayangan juga berencana menggelar dengar pendapat publik untuk menghimpun aspirasi masyarakat. Masukan tersebut akan dikaji sebelum diperdebatkan secara terbuka bersama para menteri Kabinet Merah Putih.

Feri memastikan gerakan tersebut berdiri di luar kepentingan partai politik mana pun dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi.

“Saat ini biaya operasional berasal dari urunan internal, tanpa dana asing maupun korporasi. Ke depan, kami akan membuka penggalangan dana masyarakat melalui platform urun dana,” kata Feri.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler