JAKARTA, Semaraknews.co.id – Panggung Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB di Jakarta Convention Center, Kamis, 23 Juli 2026, mendadak berubah menjadi arena saling lempar sindiran. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memanfaatkan momen sambutannya untuk melempar guyonan kepada para ketua umum partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.
Salah satu yang menjadi sasaran candaan adalah Presiden Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, Almuzammil Yusuf. Cak Imin mengawali dengan mengakui keunggulan PKS dalam pertandingan mini soccer.
“Dalam mini soccer, alhamdulillah PKS bisa mengalahkan PKB,” kata Muhaimin.
Ucapan itu langsung disambut gelak tawa Almuzammil bersama sejumlah petinggi PKS yang hadir. Namun, Cak Imin belum selesai. Setelah memberi selamat atas kemenangan di lapangan hijau, ia langsung menyelipkan sindiran yang mengarah ke arena politik.
“Tetapi, jangan mengalahkan jumlah perolehan kursi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia tersebut.
Sindiran itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, PKB mengamankan 68 kursi di DPR, sementara PKS memperoleh 53 kursi. Dengan kata lain, Cak Imin seolah mengingatkan bahwa kemenangan dalam pertandingan olahraga tidak otomatis berlaku dalam perebutan kursi parlemen.
BACA JUGA:Sesak Napas Hilang dalam Sekejap? 4 Obat Tradisional Asma Ini Terbukti Ampuh Secara Medis
Tak hanya PKS yang mendapat giliran. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan atau Zulhas juga ikut disapa. Cak Imin menyebut Menteri Koordinator Bidang Pangan itu sebagai sahabat seperjuangan yang sama-sama telah lama memimpin partai politik.
Nama Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga tak luput dari candaan. Namun, suasana berubah riuh bahkan sebelum Cak Imin selesai menyampaikan pujiannya.
Sorakan para tamu yang memenuhi tribun bawah maupun atas langsung pecah begitu nama Bahlil disebut.
“Gawat, gawat ini. Ternyata Pak Bahlil banyak penggemarnya,” ujar Muhaimin.
Candaan demi candaan itu membuat pidato Cak Imin berlangsung santai sekaligus menyisipkan pesan politik. Di balik suasana penuh tawa, ia tetap mengingatkan bahwa ukuran kemenangan bagi partai politik pada akhirnya bukan ditentukan oleh hasil pertandingan mini soccer, melainkan oleh jumlah kursi yang berhasil dibawa pulang dari pemilu.