Survei SMRC Tampar Koperasi Merah Putih, Makin Dikenal Malah Makin Diragukan Publik

Survei SMRC Tampar Koperasi Merah Putih, Makin Dikenal Malah Makin Diragukan Publik

Survei SMRC menunjukkan optimisme publik terhadap Koperasi Merah Putih terus menurun, meski semakin banyak masyarakat mengenal program itu.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Gembar-gembor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) rupanya belum otomatis membuat publik optimistis. Survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) justru memperlihatkan arah sebaliknya. Semakin banyak warga yang mengenal program itu, tetapi keyakinan bahwa koperasi tersebut bakal berkembang malah terus terkikis.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap masa depan KDMP anjlok sekitar 18,3 poin persentase dalam periode 5-19 Juli 2026 jika dibandingkan dengan survei pada November 2025.

Pada November 2025, sebanyak 43,3 persen responden masih percaya KDMP akan berkembang. Optimisme itu kemudian turun menjadi 41,7 persen pada survei 26 Februari hingga 5 Maret 2026, lalu merosot tajam menjadi hanya 25 persen pada survei 5-19 Juli 2026.

“Mereka yang sebelumnya yakin, sekarang justru berbalik,” kata Deni dalam keterangannya, Selasa, 28 Juli 2026.

Di sisi lain, kelompok masyarakat yang kurang yakin atau bahkan tidak yakin terhadap masa depan KDMP kini menjadi mayoritas. Pada survei 5-19 Juli 2026, angkanya mencapai 61,1 persen. Sebagai pembanding, kelompok ini berada di level 43,5 persen pada November 2025 sebelum naik menjadi 48,4 persen pada survei akhir Februari hingga awal Maret 2026.

BACA JUGA:El Nino Maju Lebih Cepat, Istana Mulai Waswas Jangan Sampai Negeri Ini Keburu Terbakar

Menariknya, tren pesimisme itu muncul ketika tingkat pengenalan masyarakat terhadap program KDMP justru meningkat drastis. Survei SMRC menunjukkan 76,9 persen responden pada 5-19 Juli 2026 mengaku sudah mengetahui atau setidaknya pernah mendengar program tersebut.

Angka itu melonjak dibandingkan November 2025 yang baru mencapai 51,5 persen, lalu naik tipis menjadi 54,5 persen pada survei 26 Februari hingga 5 Maret 2026.

Sementara itu, hanya 23,1 persen responden yang mengaku belum mengetahui program KDMP. Sebelumnya, kelompok yang belum mengetahui program tersebut mencapai 48,5 persen pada November 2025, kemudian turun menjadi 45,5 persen pada survei berikutnya.

“Jadi memang sekarang mayoritas warga, hampir 80 persen, sudah tahu atau pernah mendengar tentang KDMP. Padahal sembilan bulan lalu, yang mengetahui baru sekitar 50 persen,” ujar Deni.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai masih banyak masyarakat yang keliru memahami konsep Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, koperasi itu sering disamakan dengan minimarket atau toko serba ada.

BACA JUGA:Pramono Minta Bentrokan Matraman Tak Dikaitkan Etnis, Tegaskan Jakarta Terbuka untuk Semua

Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, menjelaskan fungsi utama koperasi desa bukan sebagai toko ritel, melainkan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan, produk bersubsidi, sekaligus menjadi pembeli atau offtaker hasil pertanian masyarakat.

Menurut dia, koperasi desa nantinya dapat menyerap hasil panen petani apabila harga komoditas di pasar jatuh di bawah standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya