30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Ada yang Dilempar Lintas Provinsi
30 ribu calon manajer Koperasi Desa Merah Putih akan ditempatkan sesuai kebutuhan, termasuk 1.900 orang yang lintas provinsi.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan punya solusi untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang mendapat penempatan jauh dari rumah. Terima dulu penempatannya, soal jarak belakangan.
“Yang penting tempatnya sekarang dia terima dulu agar status tidak gugur. Nanti disesuaikan tempat yang terdekat,” kata Zulkifli di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Zulhas, begitu Zulkifli Hasan biasa disapa, mengatakan pemerintah saat ini memang sedang mengejar penempatan para calon manajer yang sudah dinyatakan lolos. Mereka ditargetkan mulai efektif bekerja pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Masalahnya, jumlah orang yang harus ditempatkan tidak seimbang dengan jumlah koperasi dan bangunan yang sudah tersedia. Akibatnya, urusan domisili calon manajer untuk sementara harus mengalah kepada kebutuhan penempatan di lapangan.
Para calon manajer tersebut akan memperoleh upah sekitar Rp6,3 juta hingga Rp8,3 juta, mengikuti besaran upah minimum regional. Mereka bekerja dengan status perjanjian kerja waktu tertentu atau PKWT di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun.
Menurut Zulhas, penempatan yang jauh dari domisili terjadi karena jumlah calon manajer mencapai sekitar 30 ribu orang. Jumlah tersebut belum sebanding dengan jumlah koperasi yang siap ditempati.
Pemerintah akhirnya memprioritaskan calon manajer untuk mengisi lokasi-lokasi koperasi yang dianggap lebih mendesak. Konsekuensinya, sebagian orang harus menerima kenyataan bahwa kantor barunya mungkin berada jauh dari alamat rumah.
BACA JUGA:Biaya Haji 2027 Naik, Prabowo Pasang Rem Agar Jemaah Tak Makin Tekor
“Nanti kalau sudah koperasinya jadi yang dekat domisi dia, dia dipindah,” ujar Zulhas.
Data Sistem Informasi Manajemen Kopdes Merah Putih mencatat hingga 29 September 2026 sudah ada 26.669 bangunan fisik gedung atau gerai koperasi yang selesai dibangun.
Namun, angka bangunan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan perkara penempatan sumber daya manusia. Sebab, orangnya sudah ada, sementara lokasi yang sesuai dengan domisilinya belum tentu tersedia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memperkirakan sekitar 1.900 orang atau 11 persen calon manajer koperasi mendapat penempatan lintas provinsi. Dengan kata lain, ribuan orang berpotensi harus bekerja di provinsi lain demi memastikan status mereka tetap aman.
“Kami kemarin juga sudah bersama PT Agrinas akan tetap mempertahankan statusnya dan kemudian kita tidak diskualifikasi dan pertahankan sambil menunggu bangunan koperasi desa merah putihnya selesai. Pokoknya kami carikan solusinya,” kata Ferry.
Ferry juga mengakui ada sejumlah calon manajer yang memilih mundur setelah mendapat penempatan lintas provinsi. Jumlahnya, menurut dia, belum banyak.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-