Febrie bahkan mengaku dirinya menjadi korban kriminalisasi.
Di luar pusaran kasus, Nurman dikenal tinggal di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Meski lahir di Jambi, warga sekitar mengetahui keluarganya berasal dari Sumatera Barat.
“Baru setelah menikah dia menetap di Desa Mariana,” ujar Warim, 73 tahun, ketua rukun tetangga yang juga merupakan tetangga sebelah rumah Nurman.
Menurut Warim, rumah tersebut baru ditempati Nurman sejak masa pandemi Covid-19. Sebelumnya ia tinggal di rumah kontrakan yang letaknya sekitar 200 meter dari rumah sekarang.
Istri Nurman yang berprofesi sebagai guru lebih sering berada di Desa Mariana, sedangkan kedua anak mereka sedang menempuh pendidikan di luar kota.
“Pak Nurman biasanya pulang beberapa minggu sekali,” kata tetangganya, Edi, 49 tahun.
Saat didatangi pada Jumat, 24 Juli 2026, rumah Nurman dalam keadaan kosong. Warga sekitar menyebut Nurman dan istrinya sudah pindah ke Jakarta sekitar empat bulan sebelumnya atau menjelang Hari Raya Iduladha.
Sementara itu, kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menegaskan kliennya tidak bersalah dan hanya dijadikan sasaran dalam perkara tersebut.
“Dia hanya dijadikan tumbal karena dianggap sebagai orang dekat Jampidsus,” ujar Handika kepada wartawan pada Sabtu, 11 Juli 2026.