Prabowo Ingin Kereta Trans Sumatera Tembus Aceh, Trans Kalimantan Disiapkan Menyusul

Jumat 31-07-2026,09:03 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto memasang target ambisius di sektor transportasi nasional. Ia ingin pembangunan jalur Kereta Trans Sumatera segera dimulai agar konektivitas antardaerah di Pulau Sumatera semakin terintegrasi, dari ujung selatan hingga ujung utara.

Menurut Prabowo, proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat jaringan transportasi berbasis rel yang mampu menopang mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

“Kereta Trans Sumatera dimulai dari Bandar Lampung. Dari titik paling selatan di Bakauheni sampai ke titik paling utara,” kata Prabowo di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026, sebagaimana disiarkan Sekretariat Presiden.

Ambisi pemerintah rupanya tidak berhenti di Sumatera. Setelah proyek tersebut berjalan, Prabowo ingin pembangunan jalur Kereta Trans Kalimantan ikut dimulai. Bahkan, ia membuka peluang kedua proyek strategis itu dikerjakan secara bersamaan apabila kondisi memungkinkan.

“Setelah Trans Sumatera, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa, keduanya kita mulai secara bersamaan,” ujarnya.

BACA JUGA:Prabowo Larang Kepala Daerah Gelar Pasukan Penyambut! Sindir Tradisi Seremonial yang Bikin Rakyat Kepanasan

Prabowo juga berharap PT Kereta Api Indonesia terus bertransformasi menjadi perusahaan transportasi yang semakin modern dengan jangkauan layanan yang lebih luas. Menurutnya, keberadaan kereta api tidak boleh hanya menjadi moda transportasi bagi masyarakat perkotaan, melainkan juga harus memberikan manfaat bagi warga di daerah.

Ia menegaskan layanan kereta api semestinya berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga pembangunan jaringan rel perlu menjangkau kota-kota kecil dan kawasan yang selama ini belum memperoleh layanan optimal.

“Kereta api harus diarahkan untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah. Karena itu, kereta api juga harus melayani kota-kota kecil,” tutur Prabowo.

Dalam kunjungannya ke Semarang, Prabowo turut meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang yang merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial dan telah berdiri sejak 1914.

Menurut Prabowo, Stasiun Tawang bukan sekadar bangunan tua, melainkan bagian dari identitas bangsa yang menyimpan jejak perjalanan sejarah Indonesia.

BACA JUGA:MK Tampar Pemerintah! Dana Makan Bergizi Gratis Dilarang Nebeng Anggaran Pendidikan

“Karena itu, menjaga dan melestarikan Stasiun Tawang bukan hanya berarti menjaga dan melestarikan sebuah bangunan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa stasiun tersebut pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, ketika menjalankan tugas kenegaraan pada masa awal kemerdekaan.

Prabowo juga menilai warisan infrastruktur dari era kolonial tetap layak dipelihara. Menurutnya, Indonesia memang pernah mengalami penjajahan dalam waktu lama, tetapi bangsa ini juga memanfaatkan masa tersebut untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal mengejar kemajuan.

Kategori :