Prabowo Turun ke Kalimantan Cek Karhutla: Saya Datang Lihat Keadaan Nyata

Minggu 23-08-2026,08:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto akhirnya turun langsung ke Kalimantan Barat untuk melihat penanganan kebakaran hutan dan lahan alias karhutla yang belum juga selesai. Sabtu, 22 Agustus 2026, Prabowo memimpin rapat terbatas dari Posko Satuan Tugas Udara di Landasan Udara Supadio, Pontianak.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting negara. Ada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat juga diikuti 10 pimpinan pemerintah daerah. Perwakilan Basarnas, BNPB, BMKG, kepala kepolisian daerah, hingga panglima komando daerah militer turut mengikuti pembahasan tersebut.

Prabowo mengatakan kedatangannya ke Kalimantan bukan untuk sekadar melihat-lihat posko lalu pulang membawa foto dokumentasi. Ia ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi karhutla yang sedang terjadi.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” kata Prabowo dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 22 Agustus 2026.

BACA JUGA:Desil Kemiskinan Mendadak Naik, Warga Bisa Kehilangan Bansos, Pemda DIY Murka ke BPS

Tenaga Ahli Kepala BNPB Asrianus Bulo kemudian menyampaikan laporan mewakili Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang masih berada di Nusa Tenggara Timur. Dari laporan tersebut, persoalan karhutla di Kalimantan Barat ternyata bukan perkara asap tipis yang sesekali lewat lalu hilang begitu saja.

BNPB mencatat ada 198 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi di Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir. Menurut Bulo, angka tersebut menunjukkan adanya kemungkinan titik api dan asap yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” ujar Bulo di hadapan Prabowo.

Belum selesai dengan 198 titik panas tersebut, masih ada 3.100 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah yang terdeteksi berupa kepulan asap. Sementara 406 titik panas lainnya masuk kategori tingkat kepercayaan rendah.

Di wilayah selatan Kalimantan Barat, titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara. Sementara di wilayah timur, titik panas didominasi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Sambas.

BACA JUGA:Karhutla Kalimantan Mengamuk, Prabowo Turun Gunung Kerahkan Jenderal dan Polisi

Namun ada satu bagian menarik dari laporan tersebut. Berdasarkan pantauan Tempo dari Jakarta, siaran langsung rapat tiba-tiba terputus ketika Bulo mulai membicarakan operasi modifikasi cuaca alias OMC. Siaran YouTube Sekretariat Presiden mendadak dimatikan.

Padahal, Bulo sedang menjelaskan langkah BNPB dalam mengantisipasi karhutla. Ia mengatakan operasi modifikasi cuaca telah dilakukan pada 11 hingga 18 Agustus 2026. Setelah itu operasi dihentikan sementara lantaran tidak ada potensi awan yang dapat dimanfaatkan.

“Kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan. Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada tanggal 23…” kata Bulo sebelum laporannya terputus.

Kategori :