Polemik Naturalisasi Malaysia Makin Memanas, Suporter Harimau Malaya Minta AFC Segera Ambil Sikap Tegas

Selasa 15-09-2026,19:56 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMERAKNEWS.CO.ID - Federasi sepak bola Malaysia kembali menghadapi sorotan setelah muncul rangkaian persoalan terkait administrasi, pendaftaran pemain, dan program naturalisasi. Perkembangan tersebut membuat sejumlah pihak meminta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil sikap yang lebih tegas, terutama menjelang agenda sepak bola regional 2026.

Polemik juga muncul berdekatan dengan pemilihan Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang dijadwalkan pada 17 September 2026. Sengketa hukum dan pertanyaan mengenai transparansi proses pemilihan ikut menekan kredibilitas federasi. Pengacara olahraga Nick Erman Nick Roseli mempertanyakan latar belakang Ketua Komisi Pemilihan, Prof. Datuk Dr. Abdullah Muhammad Said, yang disebut berlatar perencanaan kota dan studi lingkungan.

BACA JUGA:Kemenangan Persija 2-1 atas Persib dalam laga El Clasico, Shin Tae-yong Persembahkan untuk 58 ribu The Jakmania di SUGBK

Kritik itu dikaitkan dengan kode etik FAM 2026 yang mengatur persyaratan bagi ketua komisi pemilihan. Pengamat sepak bola Datuk Pekan Ramlee bahkan menggambarkan proses kongres seperti pertunjukan yang hasilnya telah diarahkan. Ia mendorong hadirnya wajah baru di komite eksekutif serta presiden yang lebih tegas.

AFC, melalui Sekretaris Jenderal Datuk Seri Windsor Paul John, disebut belum memberikan komentar mengenai kelayakan ketua komisi pemilihan. Sikap tersebut membuat publik Malaysia menunggu penjelasan otoritas sepak bola Asia.

Tekanan meningkat setelah muncul dugaan pemalsuan dokumen pemain keturunan. Kasus itu disebut bermula pada September 2025 ketika FIFA menjatuhkan sanksi terkait naturalisasi ilegal. Pada 5 Maret 2026, Pengadilan Arbitrase Olahraga disebut menolak banding FAM. Setelah itu, AFC menjatuhkan sanksi kekalahan kepada Malaysia dalam kualifikasi Piala Asia 2027.

BACA JUGA:Liverpool Raup Dana Besar Usai Jual Beberapa Pemain Inti, Philippe Coutinho Belum Belum Tergantikan

Empat dari tujuh pemain yang dipersoalkan—Gabriel Palmero, Jo Figueredo, John Iraz Zabal, dan Hector Hevel—dikabarkan terdaftar sebagai pemain lokal Johor Darul Takzim. Lebih dari sepuluh kelompok suporter kemudian menyuarakan kekecewaan. Ultras Malaya dilaporkan mengirim memorandum kepada klub dan mendorong kemungkinan boikot kompetisi domestik.

Isu itu berpotensi menambah panas laga Malaysia melawan Timnas Indonesia di Grup A FIFA Cup 2026. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, seluruh dugaan tersebut tetap membutuhkan penjelasan resmi dari pihak berwenang.

BACA JUGA:Australia Tersingkir dari Kualifikasi, Pemain Diaspora Indonesia Jadi Sorotan di Balik Cerita Ini

 

Rangkaian peristiwa itu menempatkan AFC pada posisi yang ditunggu publik. Suporter bukan hanya meminta hasil pertandingan atau sanksi, melainkan kejelasan mengenai standar administrasi yang berlaku bagi semua federasi. Transparansi penting agar proses naturalisasi tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda dan agar klub maupun pemain memperoleh kepastian hukum.

Kategori :