Jokowi Resmi Masuk PSI, Golkar Akui Santai Saja, PDIP Malah Sentil Ijazah

Senin 28-09-2026,07:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

BACA JUGA:AHY Sentil Soal Takhta, Prabowo Balik Puji Kritik Demokrat: Jangan Mabuk Kekuasaan!

“Jadi politik itu momentum. Kita menunggu momen yang pas. Bagi kami hari ini waktu yang pas. Kami umumkan Pak Jokowi ini bukan influencer. Dia adalah anggota partai aktif,” tutur Ahmad Ali kepada Tempo, Sabtu, 26 September 2026.

Menurut Ahmad Ali, pengumuman tersebut sekaligus menegaskan bahwa PSI sedang memperkuat konsolidasi internal dan bersiap membuat sejumlah langkah baru. Soal apa gebrakannya, masyarakat diminta menunggu.

“Tunggu saja ledakannya,” tutur dia.

Untuk sementara, Ahmad Ali memastikan posisi Jokowi di PSI masih sebatas anggota biasa. Namun, status itu bukan berarti pintu menuju jabatan partai sudah dikunci rapat.

Ia mengatakan kemungkinan Jokowi mendapat posisi tertentu di kemudian hari tetap terbuka. Urusan tersebut, menurut dia, merupakan kewenangan internal partai.

“Besok atau lusa diberikan jabatan, itu kan masalah internal partai,” ujar Ali.

Ahmad Ali juga meminta masyarakat tidak terlalu sibuk memperdebatkan keputusan Jokowi membuka afiliasi politiknya. Ia membandingkannya dengan sejumlah mantan presiden lain yang tetap aktif dalam kehidupan politik setelah tidak lagi menduduki kursi kepresidenan.

“Sekarang banyak sekali orang nyinyir tentang sikap politik Pak Jokowi. Tapi mereka tidak pernah nyinyir kepada PDIP. Apa masalahnya?” ujar Ali.

Ia kemudian menyinggung Megawati Soekarnoputri yang masih menjabat sebagai Ketua Umum PDIP serta Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Dengan masuknya Jokowi secara resmi sebagai kader PSI, peta hubungan politik keluarga Jokowi dengan partai berlambang gajah itu kini makin terang. Soal apakah kartu anggota tersebut sekadar kartu anggota atau menjadi tiket menuju posisi politik baru, PSI sendiri meminta publik menunggu kelanjutan ceritanya.

Kategori :

Terpopuler