Ketegangan Timur Tengah Kembali Panas, Usai Serangan Houthi di Riyadh, Ini Tanggapan Tito Karnavian

Senin 12-10-2026,15:17 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

BACA JUGA:Kemendikdasmen Bantah Usulkan Aturan Ijazah Gibran, Asal-usul Pasal PKPU Jadi Sorotan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah Indonesia mewaspadai serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Ia menilai insiden tersebut berpotensi memicu ketegangan baru di Timur Tengah dan memengaruhi kondisi ekonomi global.

 

Pernyataan itu disampaikan Tito saat memimpin rapat pengendalian inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Senin, 12 Oktober 2026. Menurut dia, perkembangan geopolitik di Timur Tengah bergerak dinamis sehingga perlu dipantau secara cermat oleh pemerintah Indonesia.

BACA JUGA:Serangan Rudal Houthi di Riyadh Picu Pengalihan Penerbangan dan Kepanikan, Begini Kronologi Seranganya

 

“Kita perlu betul-betul mewaspadai situasi geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah yang terus terjadi dinamis,” kata Tito. Ia merujuk pada serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi yang menyasar bandara di Riyadh.

 

Mantan Kapolri tersebut menilai eskalasi baru dapat berdampak pada produksi serta distribusi minyak. Jika gangguan meluas, harga minyak dunia berpotensi meningkat. Kondisi itu pada akhirnya bisa memberi tekanan terhadap harga energi dan perekonomian negara lain, termasuk Indonesia.

 

BACA JUGA:Kuliah Gratis Bukan Sulap, Stella Christie Peringatkan Risiko Kampus Murahan dan Dosen Bergaji Rendah

Serangan pertama di Bandara King Khalid dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai ratusan korban. Sehari kemudian, terminal penumpang bandara kembali menjadi sasaran. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menjalankan sedikitnya empat operasi yang menargetkan bandara tersebut sejak Sabtu.

 

Di tengah situasi itu, KBRI Riyadh melaporkan belum ada WNI yang diketahui menjadi korban. Informasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka masih membutuhkan konfirmasi. Perwakilan Indonesia terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan memantau kondisi di rumah sakit sekitar Riyadh.

 

BACA JUGA:Hashim Mundur dari WIFI Baru Tiga Bulan Menjabat, Direktur Ikut Angkat Kaki

Dampak serangan Houthi terhadap Indonesia belum dapat dihitung secara pasti. Besarnya pengaruh akan bergantung pada durasi konflik, keamanan jalur transportasi, serta perubahan harga minyak dunia. Karena itu, kewaspadaan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan keamanan warga, tetapi juga dengan stabilitas pasokan dan harga.

 

Pemerintah Indonesia masih menunggu perkembangan resmi dari Arab Saudi dan pihak terkait. Sampai laporan sumber ditulis, belum ada keterangan bahwa warga negara Indonesia menjadi korban dalam serangan tersebut.

 

BACA JUGA:Nunung Srimulat Dikunjungi Mendiang Sesama Komedian Saat di Perjalanan: Yuk Mbak, di Atas Lebih Indah!

Perubahan harga minyak dapat merambat ke biaya transportasi dan berbagai komponen produksi. Meski belum berarti dampak langsung sudah terjadi di Indonesia, pemerintah perlu memantau perkembangan agar kebijakan pengendalian inflasi dapat disiapkan. Pemantauan terhadap WNI juga penting karena Arab Saudi menjadi salah satu tujuan perjalanan masyarakat Indonesia, termasuk untuk ibadah umrah.

 

Kategori :