Bus Persib U-18 Diduga Diserang Oknum Suporter di KM 360, Barang Pemain Dilaporkan Hilang

Senin 12-10-2026,14:44 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMARAKNEWS.CO.ID - Rombongan tim EPA Persib U-18 dilaporkan mengalami penyerangan di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu malam, 11 Oktober 2026. Peristiwa yang disebut berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan bus mengalami kerusakan dan sejumlah koper pemain serta ofisial dilaporkan hilang.

Informasi awal menyebut penyerangan bus Persib diduga dilakukan sekelompok oknum suporter. Namun, identitas pihak yang terlibat dan motif kejadian belum dipastikan. Karena itu, dugaan tersebut masih menunggu pendalaman aparat dan keterangan resmi dari pihak terkait.

BACA JUGA:Merinding! Calvin Verdonk Ungkap Efek 70 Ribu Suporter Jelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi

Kerusakan kendaraan dilaporkan berupa kaca pecah serta bekas lemparan batu. Selain kerusakan bus, barang bawaan pemain dan ofisial EPA Persib U-18 disebut hilang setelah kelompok tersebut diduga melakukan penjarahan di lokasi kejadian.

Insiden di Rest Area Batang juga disebut berdampak pada Media Officer EPA Persib, Pandu Persada. Ia dikabarkan mengalami kekerasan fisik dan sempat terpisah dari rombongan tim ketika situasi berlangsung. Laporan tersebut menambah perhatian terhadap aspek keselamatan seluruh anggota rombongan.

BACA JUGA:Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Bikin Pernyataan Kontroversial Soal Kepemimpinan Wasit

Manajemen Persib kemudian dilaporkan berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kondisi anggota tim, menangani media officer yang sempat terpisah, serta mendata kerugian material akibat penyerangan bus Persib.

Pendataan itu diperlukan karena kerugian tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang rusak. Sejumlah koper dan barang pribadi pemain juga dilaporkan hilang. Nilai kerugian maupun daftar barang yang belum ditemukan belum dirinci dalam laporan sumber.

BACA JUGA:Unggahan Betrand Peto di Media Sosial Jadi Sorotan Warganet, Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas Lagi

Manajemen Persib disebut akan membawa kasus tersebut melalui jalur hukum sesuai ketentuan. Proses itu diharapkan dapat mengungkap identitas pelaku, memastikan motif, dan memberikan kejelasan mengenai barang pemain yang dilaporkan hilang.

Sampai laporan ditulis, informasi mengenai penyerangan bus Persib masih bersumber dari keterangan yang beredar dan koordinasi awal manajemen dengan polisi. Kepastian mengenai pelaku dan status perkara menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Penanganan hukum menjadi langkah penting agar perjalanan tim olahraga tidak kembali diwarnai kekerasan.

BACA JUGA:Waspada Cedera ACL: Detik-detik yang Bisa Menghancurkan Karier Atlet Profesional Seketika

Keamanan perjalanan menjadi perhatian utama dalam kasus ini karena rombongan membawa pemain usia muda dan ofisial. Penanganan yang cepat dibutuhkan untuk memastikan mereka dapat melanjutkan perjalanan dalam kondisi aman. Publik juga perlu menunggu keterangan resmi kepolisian sebelum menyimpulkan identitas pelaku atau mengaitkan kejadian dengan kelompok suporter tertentu.

Kategori :