BMKG Prediksi Hilal Lebaran 2025: Kapan 1 Syawal Ditetapkan?

BMKG Prediksi Hilal Lebaran 2025: Kapan 1 Syawal Ditetapkan?

BMKG Prediksi Hilal Lebaran 2025: Kapan 1 Syawal Ditetapkan?-Illustrasi-Istimewa

BACA JUGA:Kian Dekat dengan Konsumen, TVS Resmi Buka Dealer Baru di Banjarmasin

Data-data ini memberikan gambaran mengenai posisi hilal yang menjadi acuan dalam penentuan awal bulan Syawal 1446 H.

Pada 30 Maret 2025, terjadi peningkatan signifikan pada tinggi hilal di Indonesia saat matahari terbenam, dengan rentang antara 7,96° di Merauke hingga 11,48° di Sabang.

Seiring dengan itu, elongasi geosentris juga menunjukkan peningkatan, dengan kisaran antara 13,02° di Merauke hingga 14,83° di Sabang.

Pada 29 Maret 2025, posisi hilal saat matahari terbenam diprediksi tidak memenuhi kriteria MABIMS, yang merupakan standar yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

BACA JUGA:Link Nonton Serial Adolescence, Kisah Remaja 13 Tahun Dituduh Membunuh Teman Sekolahnya

Kriteria MABIMS ini menetapkan bahwa ketinggian hilal harus minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4° untuk dianggap memenuhi syarat.

Namun, pada 30 Maret 2025, tinggi hilal saat matahari terbenam diprediksi akan memenuhi kriteria MABIMS, yang berarti hilal kemungkinan besar akan terlihat dan dapat dijadikan acuan untuk penentuan awal bulan Syawal.

Dalam analisisnya mengenai prediksi hilal untuk 29 dan 30 Maret 2025, BMKG tidak hanya mencantumkan ketinggian hilal dan elongasi geosentris, tetapi juga merinci variabel lain seperti umur bulan, lag, fraksi iluminasi bulan, serta potensi gangguan dari objek astronomis lainnya.

BMKG mencatat bahwa pada 29 Maret 2025, umur bulan di Indonesia saat matahari terbenam bervariasi, dari -2,22 jam di Oksibil, Papua, hingga 0,84 jam di Sabang, Aceh.

BACA JUGA:Link Nonton Saudade, Kisah Siswi Cerdas yang Berubah Drastis Setelah Dikhianati

Namun, pada 30 Maret 2025, umur bulan mengalami peningkatan signifikan, dengan kisaran antara 21,77 jam di Merauke, Papua, hingga 24,84 jam di Sabang, Aceh.

"Pada tanggal 29 dan 30 Maret 2025, dari sejak Matahari terbenam hingga bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10° dari bulan," papar BMKG.

Dari analisis BMKG, dapat disimpulkan bahwa potensi perbedaan penetapan awal Syawal 1446 H atau Lebaran Idul Fitri 2025 masih mungkin terjadi, dikarenakan perbedaan posisi hilal pada tanggal 29 dan 30 Maret 2025.

Perbedaan ini terutama terkait dengan belum terpenuhinya kriteria MABIMS pada tanggal 29 Maret 2025.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya