Program Barak Militer Dedi Mulyadi Berpotensi Melanggar Hak Anak, KPAI Bilang Begini
Harus Dievaluasi Menyeluruh! Program Barak Militer Dedi Mulyadi Berpotensi Melanggar Hak Anak Oleh KPAI ---Istimewa
Selain itu, berdasarkan temuan dilapangan, KPAI mencatat bahwa 6,7 persen siswa mengaku tidak mengetahui alasan mereka dimasukkan ke dalam program tersebut.
“Bahkan ada persentase anak sebesar 6,7 persen itu mengatakan tidak tahu, kenapa saya ada disini. Artinya kan ada bentuk-bentuk lain yang harus kita lebih implementasikan secara optimal,” kata Ai.
Menurut Ai, pelatihan di barak militer tidak seharusnya disamaratakan dalam satu lokasi karena anak-anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
"Ada yang mungkin pernah tawuran dengan kenakalan perilaku seperti bolos sekolah, tentu hal ini berbeda, hasil asesmennya apa? Pelatihnya kok bisa sama?" kata Ai.
BACA JUGA:Klik Link DANA Kaget Spesial Weekend Sabtu 17 Mei 2025, Hadiah Cuan Senilai Rp 100.000
Oleh karena itu, program barak militer ini harus dikaji ulang dan disempurnakan agar hak anak tidak dilanggar.
Karena setiap anak berhak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal tanpa mengalami diskriminasi.
"Kami terus lakukan koordinasi lalu bentuk-bentuk penyempurnaan seperti apa dan menghindari adanya situasi yang berpotensi melanggar hak anak," ujarnya.
Ai menegaskan program ini harus dijalankan dengan prinsip non-diskriminasi, mengutamakan kepentingan terbaik, hak hidup, tumbuh kembang, serta menghargai pandangan anak.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-