Geger! Mendikdasmen Larang Anak Main Game Roblox, Ini Alasannya
Geger! Mendikdasmen Larang Anak Main Roblox, Bisa Picu Tindakan Kekerasan di Dunia Nyata!-Ilustrasi-Istimewa
Dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai batasan dan risiko dalam dunia digital, diharapkan anak-anak bisa lebih bijak dalam memilih konten yang mereka konsumsi.
Tidak hanya itu, Mu’ti juga menekankan peran krusial orang tua untuk terus mendampingi dan membimbing anak-anak saat mereka menggunakan perangkat elektronik.
Hal ini perlu dilakukan agar konten yang diakses benar-benar bersifat edukatif dan membawa manfaat bagi perkembangan karakter mereka.
Mu’ti menegaskan bahwa meskipun belum ada regulasi resmi berupa larangan atau pemblokiran terhadap game Roblox di Indonesia, pernyataan ini harus menjadi sinyal kuat bagi orang tua untuk lebih waspada.
Ia berharap anak-anak Indonesia dapat lebih diarahkan untuk mengisi waktu dengan aktivitas digital yang membangun karakter, bukan yang justru merusak mental dan intelektualitas mereka.
Dalam upaya pencegahan lebih luas, Kemendikdasmen bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meluncurkan Program Tunas yang fokus pada perlindungan anak di ranah digital.
Program ini juga diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP Tunas), yang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak.
Mu’ti mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, komunitas, hingga penyedia layanan digital, untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan anak di dunia maya.
BACA JUGA:Link Film Janji Joni: Petualangan Gila dan Lucu Pengantar Rol Film di Kota Jakarta
Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar anak-anak tidak terpapar konten berbahaya yang bisa berdampak negatif bagi tumbuh kembang mereka.
Pemerintah pun siap menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap layanan digital yang mendidik dan membangun karakter positif.
Dengan adanya sinergi dari berbagai pihak, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas digital, beretika, dan memiliki karakter kuat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.
Literasi digital bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi masa depan anak-anak bangsa
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-