Baru Jadi Menteri Keuangan, Purbaya Sudah Dapat Hadiah 55 Persen Sentimen Negatif

Baru Jadi Menteri Keuangan, Purbaya Sudah Dapat Hadiah 55 Persen Sentimen Negatif

Purbaya Yudhi Sadewa baru duduk di kursi Menkeu sudah disambut 55 persen sentimen negatif netizen. Gaya koboi vs harapan perbaikan ekonomi.-Foto: IG @anwarsaragih_-

Netizen juga mewanti-wanti: jangan sampai Purbaya yang baru saja dilantik malah ikut nyemplung dalam kubangan korupsi. Topik ini menduduki peringkat keenam terpopuler. Sekitar 56 persen percakapan bernada negatif, 29 persen positif.

BACA JUGA:Drama Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ngaku Dia yang Carikan Sekolah di Singapura Biar Mandiri

Pasar Ikut Ragu, Warganet Tambah Galak

Teguran netizen yang terus berdatangan sebenarnya bukan tanpa alasan. Publik masih punya trauma kolektif: jabatan strategis macam Menteri Keuangan seringkali diisi pejabat yang akhirnya bikin kecewa. Jadi, wajar kalau kepercayaan pada pejabat baru ini rapuh, penuh rasa curiga, dan disertai semangat “awas jangan sampai main salah wewenang lagi.”

Keraguan itu bukan cuma ada di timeline medsos, tapi juga mampir ke lantai bursa. Pasar saham ikut bergetar setelah Purbaya dilantik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,47 persen, sinyal jelas kalau investor masih pakai mode wait and see.

Tapi drama ini agak mereda ketika Purbaya ngumumin rencana suntikan dana Rp200 triliun ke bank-bank Himbara. Investor langsung balik percaya diri, dan IHSG di akhir pekan (12/9/2025) ditutup menguat di level 7.854. Uang memang punya cara sendiri bikin orang lebih cepat move on.

Meski Purbaya tampil percaya diri, netizen tetap skeptis. Sebanyak 59 persen percakapan di medsos bernada negatif, intinya: “bisa nggak sih dia?” Kritik ini lumayan nyakitin karena berhubungan dengan latar belakangnya yang lebih dikenal sebagai ekonom, bukan teknokrat kawakan yang terbiasa pegang APBN setebal bantal.

BACA JUGA:3 Promo Fore Coffe September 2025: Pakai My Fore Plan Ongkir Mulai Rp 2.000

Padahal, di atas kertas, CV Purbaya lumayan tebal. Pernah jadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (2020-2025), pernah wara-wiri di Kemenko Marves, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian. Plus, sejak 2015 ia sudah nongol di Indonesia Economic Forum dan jadi anggota Dewan Pertimbangan Kadin setahun setelahnya. Bahkan sempat duduk di jajaran direksi Danareksa (2013-2015).

Namun, semua prestasi itu belum cukup bikin publik yakin. Netizen kadung membandingkan Purbaya dengan Sri Mulyani—yang dianggap punya aura teknokrat kelas dunia. Jadi, meski rekam jejak Purbaya panjang, buat warganet rasanya masih “kurang nendang.”

Komunikasi yang Bikin Repot

Kalau sudah soal komunikasi, citra Purbaya malah makin jeblok. Ucapan-ucapan awalnya dinilai tinggi hati, bahkan arogan. Sebanyak 87 persen percakapan pada topik ini bernada negatif. Semua balik lagi ke kontroversi soal “rakyat kecil” dan klaim percaya dirinya, “Saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi.”

Di mata netizen, ucapan itu terdengar seperti orang yang sok yakin bisa menangkap petir pakai toples. Alih-alih bikin publik tenang, justru menambah daftar alasan untuk meragukan kapasitasnya.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Haji Bikin NU Gerah, PBNU Tagih KPK Umumkan Tersangka

Dengan modal awal 55 persen sentimen negatif, perjalanan Purbaya di kursi bendahara negara jelas tidak ideal. Tapi kritik keras ini sebenarnya bisa jadi dua hal: batu sandungan yang bikin dia jatuh, atau batu loncatan untuk membuktikan dirinya lebih baik dari Sri Mulyani.

Kuncinya bukan lagi soal gaya atau ucapan manis di podium, melainkan kebijakan fiskal yang kredibel, nyata, dan terasa oleh publik. Kalau Purbaya bisa bikin kebijakan yang meringankan beban hidup rakyat, skeptisisme bisa perlahan berubah jadi simpati.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya