Anggaran LPDP Menipis, Kuota Beasiswa 2025–2026 Dipangkas, Adu Nasib Pun Makin Brutal
LPDP pangkas kuota beasiswa 2025–2026 karena anggaran seret. Pendaftar melonjak jadi 78 ribu, tapi yang diterima hanya ribuan.-Foto: lpdp.kemenkeu.go.id-
Bagi yang gagal, tentu rasa frustasi bisa menumpuk. Belum lagi biaya persiapan tes, kursus bahasa, sampai psikotes yang sering bikin dompet kempes duluan.
Selain itu, pemangkasan kuota ini juga dikhawatirkan berdampak pada jumlah mahasiswa Indonesia di kampus top luar negeri. Tahun 2023–2024, ribuan mahasiswa Indonesia nongol di daftar kampus internasional berkat LPDP. Kalau 2025–2026 lebih ketat, kemungkinan angka ini ikut menurun.
BACA JUGA:10 Rekomendasi Passive Income 2025 yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Tanpa Ribet
LPDP vs Beasiswa Negara Lain
Kalau mau dibandingkan, Indonesia lewat LPDP sebenarnya sudah lumayan “royal”. Malaysia punya MARA, tapi jumlahnya terbatas dan lebih banyak untuk bidang tertentu. Korea Selatan punya KGSP, tapi sangat kompetitif dan tidak setiap tahun bisa menampung angka besar.
Artinya, meski LPDP lagi ngerem, program ini tetap salah satu yang paling bonafide di Asia.
Sudarto sudah melempar harapan bahwa 2027 kuota akan kembali dinaikkan. Artinya, ada waktu dua tahun buat pemerintah menata ulang cashflow sekaligus memastikan para penerima on going bisa selesai dengan baik.
Tapi ya, kita semua tahu, janji manis soal “nanti akan dinaikkan” selalu rawan bikin skeptis. Apalagi bagi generasi yang ngebet pengin segera berangkat kuliah ke luar negeri.
Kalau 2025–2026 terlalu banyak yang tereliminasi, bisa saja muncul kekecewaan dan bahkan kritik bahwa LPDP kehilangan fungsi aslinya, yakni memperluas akses pendidikan tinggi, bukan mempersempitnya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-