Anggaran LPDP Menipis, Kuota Beasiswa 2025–2026 Dipangkas, Adu Nasib Pun Makin Brutal
LPDP pangkas kuota beasiswa 2025–2026 karena anggaran seret. Pendaftar melonjak jadi 78 ribu, tapi yang diterima hanya ribuan.-Foto: lpdp.kemenkeu.go.id-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menekan rem kuota penerima beasiswa untuk periode 2025 dan 2026. Kabar ini diumumkan oleh Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 16 September 2025.
Menurut Sudarto, langkah tak populer ini terpaksa ditempuh karena “dompet” LPDP mulai megap-megap. Banyaknya penerima di tahun-tahun sebelumnya membuat arus kas alias cashflow mesti dikencangkan.
“Di tahun 2025-2026 ini memang kami akan membatasi jumlah awardee baru, kami akan maintain yang saat ini sudah on going,” ujarnya.
Artinya, kesempatan untuk lolos LPDP tahun depan bakal makin tipis. Meski begitu, Sudarto belum mau buka angka pasti berapa kuota penerima beasiswa pada 2026.
Persaingan Makin Brutal
Data LPDP menunjukkan animo pendaftar melonjak gila-gilaan, tapi jumlah kursi yang tersedia justru menciut. Tahun 2023 ada 33.398 pendaftar dengan 9.358 yang lolos.
Setahun kemudian, pendaftar naik jadi 52.842, tapi yang diterima justru turun jadi 8.592. Situasi makin dramatis di 2025: pendaftar tembus 78 ribu orang, tapi kursi yang tersedia tak lebih dari 4 ribu.
BACA JUGA:Fresh Graduate Siap-Siap, Airlangga Umumkan Program Magang Nasional Bergaji UMP
“Sehingga dua tahun ini, 2025 dan 2026, mungkin kami akan sangat terbatas untuk menerima jumlah pendaftar tersebut, meskipun jumlah pendaftarnya naik sangat tajam sekali,” kata Sudarto.
Bagi para pejuang beasiswa, kabar baiknya: ini hanya sementara. Sudarto memastikan rem ini akan dilepas pada 2027. “Nanti tahun 2027 akan kami lakukan lagi untuk peningkatan jumlah awardee,” ucapnya.
Jadi, buat yang lagi menyiapkan diri, sabar dulu. LPDP tahun depan bukan cuma kompetitif, tapi bisa dibilang adu nasib. Yang sudah on going aman, yang baru daftar siap-siap harus super tajam.
Mesin Pencetak Cendekia Sejak 2012
Sejak berdiri pada 2012, LPDP sudah jadi “jalur emas” ribuan anak muda Indonesia buat kuliah di kampus-kampus top dunia. Dari Harvard sampai Oxford, dari Melbourne sampai Tokyo, banyak nama besar yang lahir lewat beasiswa ini. Pemerintah memang mendesain LPDP bukan sekadar biaya kuliah, tapi investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia.
BACA JUGA:Istana Siapkan Reshuffle Episode Baru, Siapa Duduki Kursi Panas Menko Polkam dan Menpora?
Namun, makin besar pamor LPDP, makin panjang juga antreannya. Dari tahun ke tahun, pendaftarnya melonjak bak konser Coldplay, tapi kursi yang tersedia stagnan bahkan makin menciut. Tidak heran kalau banyak pejuang LPDP yang akhirnya lebih akrab dengan kata “gagal” daripada “selamat”.
Pemangkasan kuota 2025–2026 otomatis bikin persaingan makin brutal. Bayangkan, 78 ribu orang daftar, yang diterima cuma 4 ribuan. Itu artinya peluangnya lebih sempit dari masuk UI lewat SNBT.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-