Program MBG Prabowo Didesak Stop Sementara, Kasus Keracunan Anak Makin Parah
Imbas Keracunan Makanan, BGN Pertimbangkan Asuransi untuk Penerima MBG-@info_ciledug-Instagram
SEMARAKNEWS.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto kini berada di bawah sorotan tajam publik.
Alih-alih menjadi solusi pemenuhan gizi anak bangsa, program ini justru menuai banyak kritik akibat maraknya kasus makanan basi hingga keracunan massal di berbagai daerah.
Kondisi ini membuat banyak pihak mendesak agar evaluasi besar-besaran segera dilakukan. Bahkan, ada suara yang meminta agar program dihentikan sementara sampai pengawasan benar-benar ketat dan instrumen panduan diterapkan dengan baik.
KPAI Minta Program MBG Dihentikan Sementara
Desakan keras datang dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa kasus keracunan makanan tidak bisa ditolerir karena menyangkut nyawa dan kesehatan anak.
BACA JUGA:Bahaya! BEM PTNU Sebut Wacana 'Reset Indonesia' Berpotensi Ancam Persatuan Nasional
“Satu kasus anak yang mengalami keracunan bagi KPAI sudah cukup banyak. Artinya pemerintah perlu evaluasi menyeluruh program MBG,” ujar Jasra, dikutip dari Tribunnews.
KPAI bahkan mengusulkan agar program MBG dihentikan sementara, sampai pengawasan benar-benar berjalan sesuai standar. Menurutnya, aspek keamanan pangan harus jadi prioritas utama ketimbang sekadar pencapaian angka distribusi makanan.
Survei: Ribuan Anak Terima Makanan MBG Rusak
Kritik KPAI diperkuat dengan hasil survei yang dilakukan bersama CISDI dan Wahana Visi Indonesia (WVI). Survei bertajuk Suara Anak Untuk Program Makan Bergizi Gratis itu dilakukan pada 14 April–23 Agustus 2025, melibatkan 1.624 responden anak dan anak disabilitas di 12 provinsi.
Hasilnya mengejutkan:
-
Kualitas makanan MBG buruk. Sebanyak 583 anak mengaku menerima makanan MBG yang sudah rusak, bau, dan basi. Bahkan 11 anak tetap memakannya karena tidak punya pilihan lain.
-
Tempat makan berbau tidak sedap. Banyak anak menilai lokasi penyajian MBG tidak higienis.
-
Makanan tidak fresh. Siswa mengaku malas makan jika makanan sudah tidak segar.
-
Kurangnya edukasi. Penyedia makanan, siswa, dan orang tua belum cukup mendapat pemahaman tentang pentingnya gizi.
Meski ada sisi positif berupa kebiasaan makan bersama, namun masalah kebersihan dan keamanan pangan dinilai masih sangat mengkhawatirkan.
Pakar Kesehatan Ungkap 3 Titik Rawan MBG
Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama menilai evaluasi mendalam harus dilakukan terhadap rantai penyediaan makanan MBG. Menurutnya, ada tiga titik rawan utama yang bisa memicu keracunan:
-
Proses memasak. Kebersihan alat, dapur, prosedur masak, hingga pengemasan sering kali diabaikan.
-
Kualitas bahan pangan. Risiko bisa datang dari insektisida, hewan ternak yang sakit, atau bahan pangan yang sudah terkontaminasi.
-
Transportasi dan penyimpanan. Gudang dengan suhu, ventilasi, dan kelembapan yang buruk bisa membuat makanan cepat rusak.
“Dengan keracunan makanan yang sudah sampai ribuan, masalah ini harus segera diperbaiki agar tidak terulang,” tegasnya.
Keracunan Diduga dari Ikan Cakalang
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan kasus terbaru di Banggai, Sulawesi Tengah diduga berasal dari ikan cakalang yang disuplai pemasok baru.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan akibat program MBG, yang kini terus mendapat sorotan publik.
Pemerintah Akui Kesalahan dan Minta Maaf
Menyikapi berbagai kasus ini, pemerintah akhirnya buka suara. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan permintaan maaf resmi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
“Kami atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan langkah cepat:
-
Menangani korban keracunan dengan segera.
-
Melakukan evaluasi besar-besaran untuk mencegah kasus serupa.
-
Memberikan kemungkinan sanksi tegas kepada pihak yang lalai, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, pemerintah juga menekankan bahwa sanksi tidak boleh sampai menghambat jalannya program MBG.
Program Andalan Prabowo yang Kini Jadi Sorotan
Diluncurkan sejak 6 Januari 2025, program MBG adalah salah satu janji utama kampanye Prabowo Subianto saat Pilpres 2024. Bahkan, program ini sudah masuk prioritas nasional dalam RAPBN 2026.
Namun, dengan maraknya kasus keracunan dan kritik dari berbagai pihak, publik kini mempertanyakan efektivitas program yang awalnya digadang-gadang menjadi solusi perbaikan gizi anak bangsa.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-