DPR Yakin Gaya Koboi Purbaya Bisa Jinakkan APBN yang Ketat
DPR yakin gaya koboi Menkeu Purbaya bisa melonggarkan kebijakan uang ketat dan menekan biaya APBN lewat strategi pasar yang agresif.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah angkat bicara soal arah ekonomi Indonesia ke depan, lengkap dengan selipan sindiran khas politisi. Ia percaya gaya koboi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bisa jadi kunci pelonggaran kebijakan uang ketat yang selama ini bikin pasar keuangan seret napas.
Keyakinan Said ini ia lontarkan saat menanggapi imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang ditetapkan di level 6,9 persen. Angka itu dianggap moderat, tapi juga sudah mentok ke batas atas.
“Suku bunga SBN tahun 2026 kita sepakati pada posisi moderat di level 6,9 (persen). Persentase ini kita maknai secara psikologis sebagai batas atas. Namun, kita yakin gaya koboi Menteri Keuangan kita bisa melonggarkan kebijakan uang ketat,” kata Said dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 23 September 2025.
Said juga mengakui bahwa sederet kebijakan out of the box yang diambil Purbaya setelah resmi menjabat memang bikin pasar melirik lebih manis.
Salah satu langkah yang bikin ramai adalah keputusannya mengalihkan deposito pemerintah di Bank Indonesia senilai Rp 200 triliun ke bank-bank BUMN untuk digelontorkan jadi kredit usaha.
Terbaru, Purbaya juga menyiapkan insentif bagi warga negara Indonesia yang mau parkirkan dolarnya di dalam negeri. Strategi ini tak cuma memperkuat cadangan devisa, tapi juga membantu pendanaan proyek-proyek strategis nasional.
“Terbukti dalam sebulan ini kondisi kita harapkan terus berlanjut. Sehingga suku bunga SBN tahun depan bisa lebih rendah, sehingga biaya dana yang ditanggung oleh APBN akan semakin rendah,” ujar Said.
Tak berhenti di situ, Said menegaskan Banggar DPR RI siap pasang badan mendukung ambisi pemerintah mengerek pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan jangka menengah tembus di kisaran 7-8 persen, sementara target 2026 dipatok di 5,4 persen.
BACA JUGA:Mahfud MD Ngaku Ditawari Menko Polkam, Jawabnya: Saya Tak Berkeringat untuk Prabowo
“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,4 persen di atas sebagai fondasi penting bagi pemerintah. Agar kue pertumbuhan ekonomi dirasakan seluruh rakyat, Banggar DPR bersama pemerintah sepakat inflasi dan kurs rupiah harus dijaga agar stabil,” tandasnya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-