DPR Sindir Ketimpangan di RI: Rakyat Miskin Makan Tempe 3 Kali Sehari Bukan Karena Suka, tapi Terpaksa
Said Abdullah sindir ketimpangan, rakyat miskin makan tempe tiga kali sehari karena terpaksa, bukan pilihan.-Foto: IG @mh_said_abdullah-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, I Said Abdullah, mendadak bikin analogi dapur ketika bicara soal ketimpangan ekonomi. Katanya, orang miskin di negeri ini dari sarapan sampai makan malam bisa jadi cuma ditemani lauk tempe, bukan karena suka, tapi karena memang enggak ada pilihan lain.
Pernyataan itu ia lontarkan usai DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 jadi undang-undang.
Said menggambarkan jurang antara si kaya dan si miskin lewat meja makan. “Dengan segala hormat, katakanlah masyarakat miskin, ekstrem miskin, pagi makan tempe, yang menengah atas pagi makan tempe. Dua-duanya makan tempe,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 23 September 2025.
Bedanya, lanjut Said, si miskin tetap makan tempe lagi ketika siang, sementara yang berada bisa nyeruput daging. Malam pun begitu: rakyat miskin masih setia dengan tempe, sedangkan orang kaya sudah santap ikan segar.
BACA JUGA:Arief Poyuono Comeback, Dulu Dipecat Gerindra, Kini Duduk Manis di Komisaris Pelindo
Menurut Said, kesamaan sarapan dengan lauk tempe itu ternyata menipu. “Pagi hari ketika bersama-sama makan tempe, yang satu adalah sebuah pilihan, yang satu masyarakat miskin karena memang tidak ada pilihan,” kata politisi PDI-P itu.
Dari gambaran sederhana ini, Said berharap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah benar-benar inklusif, bukan sekadar angka naik-naikan di atas kertas.
Ia menekankan, yang dibutuhkan bukan hanya tambahan pendapatan, tapi juga peningkatan kapasitas rakyat supaya bisa punya peran, kemampuan, dan kehormatan dalam hidup. “Itulah nilai tertinggi dalam hidup,” tutur Said.
Sebagai latar, DPR dan pemerintah memang sudah sepakat soal postur APBN 2026. Pendapatan negara dipatok Rp 3.153,6 triliun, sedangkan belanja negara digeber Rp 3.842,7 triliun. Akibatnya, defisitnya pun bengkak: Rp 689,1 triliun. Target gede, tapi Said mengingatkan, percuma kalau rakyat tetap cuma bisa makan tempe tiga kali sehari tanpa pilihan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-