Terungkap! Ini Alasan SPBU Vivo dan BP AKR Batal Beli BBM Murni Pertamina

Terungkap! Ini Alasan SPBU Vivo dan BP AKR Batal Beli BBM Murni Pertamina

SPBU Shell-ilustrasi-berbagai sumber

SEMARAKNEWS.CO.ID - PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa SPBU swasta Vivo dan BP AKR batal membeli BBM murni dari Pertamina, meski sebelumnya sudah ada kesepakatan awal.

Sementara itu, SPBU Shell hingga kini belum memberikan keputusan resmi terkait pembelian BBM murni Pertamina.

Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa alasan pembatalan pembelian tersebut adalah karena kandungan etanol di BBM murni Pertamina yang dipandang berbeda oleh pihak SPBU swasta.

“Nah ini yang membuat kondisi teman-teman SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian karena ada konten etanol tersebut,” ujar Achmad dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

BACA JUGA:Bansos Oktober 2025 Cair, Ini Daftar Jenis Bantuan, Jadwal Pencairan, dan Cara Cek Nama Penerima

1. Kandungan Etanol BBM Pertamina 3,5 Persen

Achmad memaparkan, BBM murni yang ditawarkan Pertamina memiliki kandungan etanol sekitar 3,5 persen. Kandungan tersebut menurutnya masih sesuai regulasi pemerintah, karena batas maksimum yang diperbolehkan adalah hingga 20 persen.

“Isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini, adalah mengenai konten. Kontennya itu ada kandungan etanol. Nah, di mana secara regulasi itu diperkenankan, etanol itu sampai jumlah tertentu, kalau tidak salah sampai 20 persen. Sedangkan ada etanol 3,5 persen,” jelas Achmad.

2. Vivo dan BP AKR Sempat Sepakat Beli BBM Murni

Padahal, sebelumnya SPBU Vivo dan BP AKR sempat menyepakati pembelian BBM murni dari Pertamina Patra Niaga melalui mekanisme business-to-business (B2B) pada Jumat (26/9/2025). Namun, kesepakatan tersebut akhirnya batal setelah isu kandungan etanol mencuat.

“Jadi tidak ada semua (kesepakatan),” tegas Achmad.

3. Pertamina Terlanjur Impor BBM Murni untuk SPBU Swasta

BACA JUGA:Mahfud MD Kritik Program Makan Bergizi Gratis: Mana Dasar Hukumnya, PP atau Perpres?”

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menambahkan bahwa Pertamina sudah terlanjur mengimpor BBM murni sebanyak 100 ribu barel untuk memenuhi kebutuhan SPBU swasta. Bahkan, kargo kedua BBM murni dijadwalkan tiba pada Kamis (2/10/2025).

“Kargo kedua itu insyaallah besok sudah tiba di pelabuhan. Jadi besok sudah ada dua kargo,” ungkap Laode.

Imbas bagi Pasar BBM di Indonesia

Kondisi ini membuat pasokan BBM murni yang semula disiapkan untuk SPBU swasta kini berpotensi menumpuk. Di sisi lain, pembatalan pembelian ini juga menunjukkan adanya perbedaan standar dan strategi bisnis antara Pertamina dengan operator SPBU swasta.

Dengan situasi ini, konsumen di Indonesia tentu akan menunggu kejelasan apakah BBM murni Pertamina dengan kandungan etanol 3,5 persen ini akan tetap disalurkan ke publik atau dialihkan untuk keperluan lain.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya