BBM E10: Solusi Ramah Lingkungan atau Masalah Baru? Ahli Bongkar Fakta Sebenarnya!

BBM E10: Solusi Ramah Lingkungan atau Masalah Baru? Ahli Bongkar Fakta Sebenarnya!

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Kamis 8 Mei 2025 Seluruh Provinsi di Indonesia-Ilustrasi-Istimewa

SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kebijakan baru terkait bahan bakar minyak (BBM) yang akan dicampur dengan etanol sebanyak 10 persen, dikenal dengan nama E10.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Program E10 sendiri sudah diterapkan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Brasil, dan Jepang, dan kini Indonesia mulai bersiap mengadopsinya.

Namun, di tengah optimisme tersebut, muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat, terutama mengenai efek campuran etanol terhadap performa mesin kendaraan, khususnya sepeda motor yang menjadi moda transportasi utama di Indonesia.

BACA JUGA:Janji Manis Menkeu Purbaya: Dana Transfer Daerah Berpotensi Naik 2026, tapi Ada Syarat Ketat!

Kelebihan BBM Etanol: Oktan Lebih Tinggi, Emisi Lebih Rendah

Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, penggunaan etanol dalam bahan bakar sebenarnya memiliki dua sisi — ada manfaat, tapi juga risiko yang perlu diperhatikan.

Dari sisi positif, etanol dapat meningkatkan angka oktan dalam bensin. Dengan oktan yang lebih tinggi, proses pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna.

Hasilnya, tenaga mesin terasa lebih halus, stabil, dan emisi gas buang berbahaya seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) dapat ditekan.

“Penggunaan etanol pada BBM memiliki efek positif berupa peningkatan angka oktan, pembakaran lebih sempurna, dan pengurangan emisi gas buang beracun seperti CO dan HC,” ujar Wahyu dikutip dari Kompas.com, Selasa (8/10/2025).

Selain itu, BBM beretanol juga membantu mendukung target pemerintah untuk menurunkan emisi karbon, sejalan dengan upaya transisi energi hijau di sektor transportasi.

Efek Negatif Etanol: Potensi Boros dan Risiko Karat di Mesin Lama

Namun di balik keunggulannya, Wahyu mengingatkan bahwa BBM campuran etanol juga memiliki dampak negatif bagi kendaraan, terutama motor keluaran lama.

“Efek negatifnya, potensi membuat kendaraan lebih boros,” kata Wahyu.

Hal ini terjadi karena kandungan energi per liter etanol lebih rendah dibandingkan bensin murni, sehingga konsumsi bahan bakar bisa sedikit meningkat.

BACA JUGA:Mercedes-Benz Hadirkan STAR EXPO 2025 di Senayan City, Pamerkan Lini Lengkap Termasuk AMG 35 dan Mobil Listrik

Selain itu, etanol bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Bila BBM disimpan terlalu lama di tangki, air yang terserap bisa menyebabkan korosi atau karat pada bagian logam sistem bahan bakar, termasuk tangki, karburator, dan selang bensin.

Risiko ini paling besar terjadi pada motor lawas yang belum dirancang menggunakan material tahan etanol. Pada motor-motor modern, risiko ini relatif kecil karena sudah dilengkapi sensor pembakaran otomatis dan sistem injeksi bahan bakar (FI) yang lebih adaptif.

Motor Modern Lebih Siap Hadapi BBM Beretanol

Menurut Wahyu, motor keluaran terbaru sebenarnya sudah lebih siap menghadapi BBM beretanol seperti E10.

Pabrikan kini telah menyesuaikan material tangki, selang bahan bakar, dan sistem injeksi agar tahan terhadap efek korosif etanol.

Bahkan beberapa merek besar seperti Honda dan Yamaha sudah melakukan uji coba kompatibilitas BBM campuran etanol sejak beberapa tahun lalu.

Sistem fuel injection (FI) modern juga dilengkapi sensor oksigen dan ECU (Electronic Control Unit) yang dapat menyesuaikan campuran udara dan bahan bakar secara otomatis, sehingga pembakaran tetap efisien meskipun menggunakan bensin beretanol.

Tips untuk Pengguna Motor Lawas

Bagi kamu yang masih menggunakan motor lama, Wahyu menyarankan untuk lebih berhati-hati saat menggunakan BBM E10.
Beberapa langkah perawatan sederhana bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat etanol, antara lain:

  1. Jangan menyimpan BBM terlalu lama di tangki, karena etanol mudah menyerap air.

  2. Rutin membersihkan karburator dan filter bensin.

  3. Gunakan bahan aditif anti-karat atau pelumas tangki bila diperlukan.

  4. Cek kondisi selang bensin dan tangki secara berkala.

Dengan perawatan rutin, motor lama pun bisa tetap awet meski menggunakan BBM campuran etanol.

Ramah Lingkungan tapi Perlu Adaptasi

Program BBM E10 membawa harapan besar untuk mengurangi emisi karbon dan impor minyak, tapi di sisi lain juga menuntut adaptasi dari pengguna kendaraan, terutama yang masih menggunakan motor lama.

Secara keseluruhan, etanol memberikan manfaat signifikan bagi lingkungan dan efisiensi pembakaran, namun tetap perlu diperhatikan dari sisi perawatan mesin dan penyimpanan bahan bakar.

 

Bila disertai edukasi dan kesiapan infrastruktur, E10 bisa menjadi langkah awal penting menuju bahan bakar masa depan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya