Siap-siap Ditilang! Pejalan Kaki Tak Boleh Jalan Lebih dari 6 Km/Jam, Begini Aturannya
jalan kaki-ilustrasi-Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Langkah mengejutkan datang dari Parlemen Slovakia yang baru saja menyetujui undang-undang unik batas kecepatan maksimum bagi pejalan kaki dan pengguna trotoar lainnya hanya 6 kilometer per jam!
Aturan ini juga berlaku bagi pengguna sepatu roda, pesepeda, hingga skuter listrik yang melintas di area trotoar.
Pemerintah berdalih kebijakan ini dibuat untuk meningkatkan keselamatan publik di tengah meningkatnya kepadatan trotoar di kota-kota besar Slovakia. Namun, publik menilai langkah ini tidak realistis dan cenderung berlebihan.
Bahkan, media sosial Slovakia kini ramai dengan meme-meme kocak bertema “pejalan kaki ngebut”, hingga muncul lelucon: “Apakah nanti kita perlu SIM untuk berjalan kaki?”
Demi Keselamatan di Trotoar
BACA JUGA:Yamaha Aerox-E Resmi Debut! Skutik Listrik Sporty dengan Tenaga Buas dan Fitur Canggih
Menurut pemerintah Slovakia, langkah ini adalah bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan di area pejalan kaki yang kini tak hanya dipenuhi orang berjalan, tetapi juga pengguna kendaraan kecil dan listrik.
“Trotoar kita makin ramai oleh berbagai jenis pengguna. Kami perlu aturan yang bisa melindungi semua pihak,” ujar salah satu pejabat transportasi Slovakia.
Aturan baru tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari tahun depan, dan pelanggar batas kecepatan akan dikenai denda hingga 100 euro (sekitar Rp 1,9 juta).
Namun hingga kini, pemerintah belum menjelaskan bagaimana penegakannya akan dilakukan. Banyak yang mempertanyakan apakah polisi akan benar-benar mengukur kecepatan pejalan kaki dengan radar.
Reaksi keras langsung bermunculan dari berbagai pihak, terutama kelompok masyarakat sipil.
Presiden Cyklokoalicia, organisasi advokasi pesepeda dan pejalan kaki Slovakia, Dan Kollar, menilai aturan ini tidak masuk akal dan justru akan menciptakan situasi absurd.
“Pada kecepatan serendah itu, sulit menjaga keseimbangan. Bahkan anak-anak berusia tiga hingga empat tahun yang bersepeda pun melampaui batas tersebut,” kata Kollar kepada AFP.
Ia menambahkan, undang-undang ini justru akan mengajarkan bahwa melanggar hukum adalah hal biasa, karena hampir semua orang pasti melampaui batas 6 km/jam saat berjalan cepat.
Kelompok Concerned Mothers juga menolak keras kebijakan ini. Mereka mendesak Presiden Slovakia agar tidak menandatangani undang-undang tersebut, dengan alasan aturan itu membingungkan dan tidak menyentuh akar persoalan keselamatan.
“Yang dibutuhkan adalah infrastruktur yang lebih aman, bukan membatasi orang berjalan terlalu pelan,” ujar juru bicara kelompok tersebut.
Data Kecelakaan Tidak Mendukung Aturan Baru
Menurut data kepolisian Slovakia, sepanjang tahun lalu terdapat 67 pejalan kaki, 22 pesepeda, dan pengguna skuter listrik yang meninggal dunia akibat kecelakaan.
Namun, tidak ada data spesifik mengenai insiden di trotoar, sehingga efektivitas pembatasan kecepatan ini masih sangat diragukan.
Beberapa analis bahkan menilai kebijakan ini hanya “gimik politik” tanpa dasar teknis yang jelas. Mereka menilai pemerintah seharusnya fokus memperbaiki infrastruktur jalan, marka trotoar, serta edukasi berlalu lintas, bukan sekadar membatasi kecepatan berjalan kaki.
BACA JUGA:BPOM Tarik 15 Produk Herbal dari Peredaran! Ada yang Mengandung Obat Kuat dan Bahan Kimia Berbahaya
Aturan Kontroversial di Era Robert Fico
Sejak Perdana Menteri nasionalis Robert Fico kembali berkuasa pada 2023, Slovakia telah mengesahkan sejumlah undang-undang kontroversial.
Termasuk di antaranya amandemen konstitusi dan revisi hukum pidana yang dinilai membatasi kebebasan warga.
Langkah-langkah tersebut memicu gelombang protes publik di berbagai kota besar seperti Bratislava dan Kosice.
Aturan batas kecepatan pejalan kaki ini kini menambah daftar panjang kebijakan aneh dan memancing perdebatan di bawah pemerintahan Fico.
Di media sosial, reaksi warga berlangsung meriah.
Sejumlah netizen membagikan video lucu “uji coba jalan kaki dengan kecepatan 6 km/jam” menggunakan aplikasi pelacak kebugaran.
Salah satu komentar viral menulis:
“Saya jalan cepat ke halte dan hampir ditilang! Harusnya saya merangkak saja biar aman.”
Ada pula yang menyindir dengan membuat gambar rambu kecepatan pejalan kaki lengkap dengan simbol “Radar Speed Check Area” di trotoar.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-