Penyebab Ban Motor Sering Kempes Padahal Tidak Bocor, Begini Cara Mengatasinya
Hati-hati Ini Resiko Menggunakan Ban Motor yang Sudah Gundul Saat Hujan-cookie_studio -freepik
SEMARAKNEWS.CO.ID - Kamu mungkin pernah mengalami hal ini baru saja isi angin ban motor, tapi keesokan harinya tiba-tiba sudah kempes lagi. Padahal tidak ada tanda-tanda paku, sobekan, atau kebocoran.
Situasi seperti ini bukan cuma bikin bingung, tapi juga merepotkan apalagi kalau kamu lagi buru-buru berangkat kerja.
Lalu, kenapa ban motor bisa kempes padahal tidak bocor? Ternyata ada cukup banyak penyebabnya. Berikut ulasan lengkapnya agar kamu bisa lebih paham sekaligus tahu cara mengatasinya.
Kenapa Ban Motor Sering Kempes Padahal Tidak Bocor?
Walaupun tidak terlihat masalah signifikan, ban motor tetap bisa kehilangan tekanan udara secara perlahan. Ini dia beberapa penyebab yang paling umum.
1. Tekanan Udara Tidak Sesuai Standar
Banyak yang tidak sadar bahwa tekanan udara ban harus disesuaikan dengan standar pabrikan. Kalau terlalu rendah, ban bisa tampak kempes meskipun sebenarnya tidak benar-benar bocor.
Secara alami, udara di dalam ban memang bisa berkurang seiring waktu, apalagi jika kamu jarang mengecek tekanan angin. Cuaca panas dan kondisi jalan juga bisa membuat angin perlahan keluar.
BACA JUGA:Harga Token Listrik PLN Terbaru per 1 Desember 2025: Berapa kWh yang Didapat dari Rp 100 Ribu?
2. Pentil Ban Rusak atau Aus
Meski kecil, pentil punya peran penting menjaga tekanan udara di dalam ban. Pentil yang retak, karetnya getas, atau ulirnya longgar bisa membuat angin keluar sedikit demi sedikit.
Karena kebocorannya halus, kamu mungkin tidak menyadarinya sampai ban tampak kempes setiap hari.
3. Bocor Halus (Leak Micro)
Ban bisa saja mengalami kebocoran halus yang tidak terlihat. Penyebabnya bisa bermacam-macam:
-
bekas tambalan lama yang tidak rapat,
-
goresan kecil akibat benturan,
-
serpihan benda asing yang menempel,
-
atau lubang berukuran mikro.
Kebocoran jenis ini memang tidak membuat ban langsung kempes, tapi tekanan angin akan turun perlahan.
4. Usia Ban Sudah Tua
Semakin tua usia ban, semakin berkurang pula elastisitas karet. Ban yang keras, retak halus, atau sudah aus membuat udara jauh lebih mudah keluar.
Biasanya ban yang sudah lebih dari tiga tahun atau sering dipakai perjalanan jarak jauh akan lebih rentan mengalami kempes perlahan.
5. Kerusakan pada Velg
Velg yang tidak rata, penyok, atau berkarat dapat menciptakan celah kecil antara ban dan bibir velg. Udara bisa keluar melalui celah tersebut, terutama pada ban tubeless yang sangat mengandalkan rapatnya pelek.
Jika kamu sering melewati jalan berlubang, risiko kerusakan velg akan semakin besar.
6. Beban Motor Berlebihan
Saat membawa beban berlebih seperti barang bawaan yang berat atau berboncengan terus-menerus, tekanan pada ban meningkat. Ini membuat ban bekerja lebih keras dan mempercepat keluarnya udara meski tanpa adanya kebocoran besar.
7. Pengaruh Suhu dan Medan Jalan
Perubahan suhu juga memengaruhi tekanan angin. Saat kamu berkendara jauh atau cepat, suhu ban naik dan udara mengembang. Setelah motor berhenti, suhu akan kembali turun dan tekanan ikut menurun.
Medan jalan berbatu, panas ekstrem, hingga sering melewati genangan air juga bisa mempercepat turunnya tekanan angin.
BACA JUGA:Astra International Buka Lowongan Kerja Fresh Graduate Desember 2025, Ini Syarat & Cara Daftarnya!
Cara Mengatasi Ban Motor yang Sering Kempes
Supaya kamu tidak terus-menerus mampir ke tukang tambal ban, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.
1. Periksa Kondisi Pentil Ban
Pastikan pentil masih rapat, karetnya lentur, dan tidak ada suara angin keluar saat ditekan. Jika sudah longgar atau getas, segera ganti.
Harga pentil ban juga murah, jadi jangan tunda.
2. Gunakan Nitrogen, Bukan Angin Biasa
Ban yang diisi nitrogen cenderung lebih stabil dan tidak cepat hilang tekanannya. Nitrogen juga lebih cocok bagi kamu yang sering bepergian jauh atau jarang mengecek tekanan angin.
3. Rutin Bersihkan Velg
Khusus pengguna ban tubeless, velg yang kotor, berkarat, atau penyok bisa menyebabkan kebocoran halus.
Coba lakukan:
-
pembersihan berkala,
-
pengecekan bibir velg,
-
pastikan tidak ada serpihan logam yang menempel.
4. Ganti Ban Jika Sudah Terlalu Tua
Ban yang keras, retak-retak halus, atau sudah digunakan lebih dari tiga tahun lebih baik diganti. Selain menjaga tekanan angin tetap stabil, ban baru juga lebih aman untuk pengereman dan manuver.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-