Review Film Janur Ireng: Sewudino The Prequel, Visual Kelas Atas, Tapi Dialognya Bikin Kesal!

Review Film Janur Ireng: Sewudino The Prequel, Visual Kelas Atas, Tapi Dialognya Bikin Kesal!

Janur Ireng Prequel Sewudino Ternyata Nanggung? Ini yang Bikin Penonton Kecewa---Instagram

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Film horor lokal kembali meramaikan layar bioskop lewat Janur Ireng: Sewudino The Prequel, prekuel dari semesta Sewudino yang digarap sutradara Kimo Stamboel.

Dengan deretan pemain besar dan kualitas produksi yang terlihat mewah, film ini sebenarnya punya fondasi cerita yang menjanjikan.

Namun sayangnya, ada satu masalah yang cukup mengganggu pengalaman menonton: dialog berbahasa Jawa Timuran yang terasa tidak konsisten dan sering terdengar asal-asalan.

BACA JUGA:Siap Deg-degan! 5 Film Zombie Paling Seru Buat Temani Akhir Tahun 2025

Sinopsis Singkat Janur Ireng: Sewudino The Prequel

Cerita berpusat pada Sabdo (Martino Lio) dan Intan (Ratu Rafa), dua insan yang dipercaya tidak boleh bersatu oleh keluarga besar mereka.

Konon, jika keduanya bersama, mereka akan memiliki kekuatan yang luar biasa dan tidak terkalahkan.

Keyakinan itu justru memancing orang-orang di sekeliling mereka, termasuk paman mereka Ario Kuncoro (Tora Sudiro), untuk menguasai Sabdo dan Intan demi kepentingan tertentu.

Mereka kemudian dibawa ke rumah mewah milik keluarga Kuncoro, dengan iming-iming kemewahan dan hidup mapan.

Tapi ternyata… itu bukan awal kebahagiaan, melainkan pintu menuju bencana. Satu-satunya hal yang dipercaya bisa menyelamatkan mereka adalah Janur Ireng, santet paling mematikan yang dikenal di tanah Jawa.

BACA JUGA:Promo Tiket Nonton Film Bioskop Agak Laen 2: Pakai BCA Ada Cashback Hingga 50 Persen

Review Cerita: Terasa Tanggung dan Terlalu Cepat

Secara cerita, film ini terasa seperti dibuat untuk “menutup lubang” dari film Sewudino, bukan berdiri sebagai film yang benar-benar kuat secara mandiri.

Beberapa bagian cerita terasa terlalu cepat dan “dipaksakan mulus” seolah semua kebetulan terjadi begitu saja. Misalnya:

  • Tiba-tiba muncul kambing astral
  • Rumah Sabdo mendadak terbakar
  • Ario Kuncoro muncul dengan aura seolah sudah tahu semuanya
  • Sabdo langsung ikut pindah tanpa alasan kuat yang meyakinkan

Hal-hal semacam ini bikin saya bertanya: kemarin-kemarin ke mana keluarga besar itu? Masa mereka baru muncul saat plot butuh konflik?

Padahal, film ini punya pondasi mitologi yang sangat menarik: Trah Pitu, dinasti yang konon menguasai kehormatan dan kemakmuran di tanah Jawa, dengan peran keturunan yang berbeda-beda seperti tumbal, pelindung, dan penjaga.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya