BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 15 Januari 2026, Bibit Siklon Tropis 91W Picu Hujan Lebat di Jawa dan Jakarta
Jakarta dan Jawa Barat Siaga! Hujan Hari Ini Picu Banjir di Sejumlah Wilayah---Freepik
SEMARAKNEWS.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya penguatan aktivitas atmosfer yang cukup signifikan akibat kemunculan Bibit Siklon Tropis 91W.
Fenomena ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta dan Pulau Jawa, pada Kamis (15/1/2026).
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, dan genangan air, mengingat intensitas hujan diprediksi meningkat dalam waktu dekat.
Prakirawan BMKG, Muhammad Rizky, mengungkapkan bahwa Bibit Siklon Tropis 91W menunjukkan tren peningkatan intensitas dan berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.
“Bibit siklon tropis 91W diprakirakan menjadi siklon tropis,” ujar Rizky dalam keterangan resmi BMKG.
Ia menjelaskan, sistem cuaca ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan awan hujan, tetapi juga memengaruhi pola angin di wilayah utara Indonesia.
Dampak paling terasa adalah peningkatan kecepatan angin yang terdeteksi mencapai lebih dari 25 knot di wilayah Laut Halmahera Utara dan Sulawesi Utara.
BACA JUGA:Jangan Dianggap Sepele! Ini Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin C yang Jarang Disadari
Selain angin kencang, Bibit Siklon Tropis 91W juga memicu terbentuknya belokan dan perlambatan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah. Kondisi ini menyebabkan penumpukan massa udara basah, yang menjadi bahan bakar utama terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi.
BMKG menilai, kombinasi antara angin kencang, udara lembap, dan sistem tekanan rendah membuat potensi hujan lebat meningkat secara signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat di Pulau Jawa
Tak hanya dipengaruhi bibit siklon, BMKG juga memantau adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari pesisir selatan Banten hingga perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi tersebut diperkuat oleh keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Kombinasi dinamika atmosfer ini mampu mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif, terutama di wilayah Jawa dan sekitarnya.
Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
BACA JUGA:Subsidi Motor Listrik 2026 Disiapkan, Kamu Bisa Dapat Potongan Harga hingga Rp7 Juta, Begini Caranya
BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi cuaca ekstrem. Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi:
-
Lampung
-
Banten
-
DKI Jakarta
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat (NTB)
-
Kalimantan Timur
-
Papua
Masyarakat di wilayah tersebut diimbau waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia
BACA JUGA:Murah Tapi Tangguh! Ini 7 Laptop Lenovo ThinkPad Bekas yang Masih Sangat Layak Dipakai
Untuk masyarakat yang beraktivitas di wilayah perkotaan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan disertai petir di sejumlah kota besar, antara lain:
-
Jakarta
-
Bandar Lampung
-
Banjarmasin
-
Samarinda
-
Denpasar
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di:
-
Pangkalpinang
-
Semarang
-
Yogyakarta
-
Nabire
-
Merauke
Adapun hujan ringan diprediksi mendominasi sebagian besar wilayah Sumatera lainnya, sisa wilayah Jawa, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mataram, sebagian Sulawesi, Ambon, Jayapura, hingga Jayawijaya.
Wilayah dengan Cuaca Relatif Kondusif
BMKG juga mencatat beberapa wilayah yang diprakirakan mengalami kondisi cuaca relatif lebih stabil, seperti berawan hingga berawan tebal, meliputi:
-
Tanjung Pinang
-
Pontianak
-
Manado
-
Ternate
-
Kupang
-
Gorontalo
-
Sorong
Sementara itu, udara kabur berpotensi menyelimuti wilayah Aceh, Palu, dan Manokwari.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat untuk:
-
Selalu memantau informasi cuaca terkini
-
Menghindari aktivitas luar ruang saat hujan lebat dan petir
-
Mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi
-
Menjaga keselamatan selama perjalanan
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan seiring dinamika atmosfer yang belum stabil.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-