Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Ditunda, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama Tim SAR

Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Ditunda, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama Tim SAR

Ilustrasi Pesawat ATR 400.---Foto: Wikipedia / CC License

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca memperparah situasi di lapangan. Hujan deras disertai kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas, sehingga seluruh proses dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.

“Visibilitas sangat terganggu, hujan deras dan kabut tebal menyelimuti area. Meski begitu, tim tetap berjuang dengan mengutamakan faktor keselamatan,” tegasnya.

BACA JUGA:Mau Beli Vespa Matic Bekas? Ini Bagian Penting yang Wajib Dicek Biar Enggak Zonk

Jenazah Akan Dibawa ke RS Bhayangkara untuk Identifikasi

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban akan dibawa terlebih dahulu ke Posko Aju, sebelum kemudian diangkut menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara.

“RS Bhayangkara dipilih karena tim DVI (Disaster Victim Identification) sudah siaga di sana, sehingga proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat,” jelas Mayjen Bangun.

Proses identifikasi ini menjadi tahap krusial untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Keselamatan Tim Jadi Prioritas Utama

Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini. Evakuasi akan dilakukan secara bertahap dan terukur, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan medan di lokasi jatuhnya pesawat.

Publik pun diimbau untuk bersabar dan memberikan dukungan kepada tim penyelamat yang terus bekerja di tengah kondisi ekstrem demi kemanusiaan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya