Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Ditunda, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama Tim SAR
Ilustrasi Pesawat ATR 400.---Foto: Wikipedia / CC License
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan masih menghadapi kendala berat.
Basarnas Makassar memastikan satu jenazah yang ditemukan pada Minggu sore 18 Januari 2026 baru dapat dievakuasi pada Senin pagi 19 Januari 2026, menyusul kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sangat berbahaya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa upaya evakuasi melalui penarikan dari atas tebing sempat dicoba beberapa kali.
Akan tetapi, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama untuk menghentikan sementara proses tersebut.
BACA JUGA:Tarif Listrik PLN 19–25 Januari 2026 Resmi Tetap, Ini Rincian Lengkap untuk Pelanggan Rumah Tangga
“Cuaca sore ini tidak memungkinkan. Upaya penarikan sudah dicoba, tetapi sangat berisiko bagi tim. Karena itu kami memutuskan menunda dan memilih opsi evakuasi alternatif,” ujar Andi Sultan.
Medan Curam dan Cuaca Buruk Hambat Proses Evakuasi
Saat ini, sekitar 10 tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk mengamankan area dan mencari jalur evakuasi terbaik.
Rencananya, evakuasi akan dilakukan menggunakan helikopter Caracal jika kondisi cuaca membaik pada Senin pagi.
Namun, Andi Sultan menegaskan bahwa Basarnas telah menyiapkan rencana cadangan jika cuaca masih tidak bersahabat.
“Jika besok cuaca belum memungkinkan, kami akan meminta bantuan tambahan, termasuk dari masyarakat setempat dan Manggala Agni, untuk mencari jalur darat paling aman dan terdekat,” jelasnya.
Langkah ini diambil agar proses evakuasi tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan personel di lapangan.
BACA JUGA:Adu Pajak Honda ADV 160 vs Yamaha NMAX Turbo 2026 di Jakarta, Mahal Mana?
Jenazah Ditemukan di Bawah Tebing Setinggi 200 Meter
Sebelumnya, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko mengonfirmasi bahwa satu jenazah korban pesawat ATR 42-500 telah berhasil ditemukan oleh tim SAR. Posisi jenazah berada sekitar 200 meter di bawah tebing curam dengan vegetasi yang sangat rapat.
“Jenazah sudah berhasil dimasukkan ke kantong, namun posisinya berada di bawah tebing yang sangat curam. Proses pengangkatan membutuhkan perjuangan ekstra,” ungkap Bangun.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-