Nasib Neta di Indonesia Jadi Sorotan, Manajemen Buka Suara soal Dealer Tutup dan Restrukturisasi Global
NETA di GIIAS 2024: Raih 327 SPK dan Sukses Tampilkan Berbagai Segmen Mobil Listrik---Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Nasib merek mobil listrik Neta di Indonesia tengah menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Perhatian ini muncul seiring dengan kabar banyaknya dealer Neta yang berhenti beroperasi, serta informasi mengenai perpindahan sejumlah jajaran manajemen ke merek otomotif lain.
Situasi tersebut pun memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan di kalangan konsumen maupun pengamat industri, terutama terkait kelanjutan bisnis Neta di Tanah Air.
Menanggapi kondisi tersebut, Neta Indonesia akhirnya buka suara melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis (22/1/2026).
Dalam keterangan resminya, Neta Indonesia mengakui bahwa operasional bisnis mereka di Indonesia terdampak langsung oleh proses restrukturisasi yang sedang dijalani perusahaan induknya, Hozon Auto, sejak tahun 2025.
Menurut Neta, restrukturisasi tersebut merupakan langkah strategis di tingkat global yang dilakukan untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
“Restrukturisasi Hozon Auto berlangsung secara bertahap dan berjalan dengan lancar serta tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian pernyataan resmi Neta Indonesia.
BACA JUGA:Turun! Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp17.000 per Gram Jumat 23 Januari 2026
Perusahaan menargetkan proses restrukturisasi ini akan rampung pada pertengahan tahun 2026.
Setelah proses tersebut selesai, Neta Indonesia berencana melakukan pembaruan tampilan serta strategi bisnis di pasar otomotif nasional.
Meski menghadapi tantangan akibat restrukturisasi global, Neta Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus menjaga keberlangsungan bisnis di Indonesia.
“Di tengah proses restrukturisasi global tersebut, Neta Indonesia menyatakan tetap fokus menjaga keberlangsungan bisnisnya di pasar otomotif nasional,” tulis Neta Indonesia dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @netaindonesia.
Namun demikian, perusahaan juga tidak menampik bahwa akan ada penyesuaian jaringan dealer maupun lini produk sepanjang 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi strategi bisnis agar lebih selaras dengan kondisi pasar dan arah perusahaan ke depan.
Kabar mengenai penutupan sejumlah dealer Neta di Indonesia disebut sebagai bagian dari proses evaluasi dan penyesuaian jaringan distribusi.
Neta menilai langkah tersebut perlu dilakukan untuk memastikan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Penyesuaian ini juga mencakup optimalisasi lokasi dealer, model bisnis penjualan, serta pendekatan layanan kepada konsumen.
Meski begitu, Neta menegaskan bahwa penyesuaian jaringan tidak berarti menghentikan bisnis di Indonesia.
Untuk memastikan layanan kepada konsumen tetap berjalan, Neta Indonesia memperbarui jaringan layanan purna jual resmi mereka. Saat ini, layanan purna jual Neta didukung oleh mitra Otoklix, yang memiliki cakupan di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu, Neta juga bekerja sama dengan ANMA Mobil yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang, sebagai salah satu pusat layanan resmi.
Neta menyebutkan bahwa jaringan layanan purna jual ini akan terus bertambah ke depannya, seiring dengan penyesuaian dan penguatan struktur bisnis perusahaan di Indonesia.
BACA JUGA:Pernah Lihat Wajah Petani di Kemasan Sayuran Jepang? Ternyata Ini Makna Budaya yang Dalam
Stok Suku Cadang Aman
Menjawab kekhawatiran konsumen terkait ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual, Neta Indonesia menegaskan bahwa stok suku cadang saat ini dalam kondisi aman.
Selain itu, perusahaan juga memastikan bahwa seluruh kebijakan garansi tetap berjalan tanpa perubahan. Dengan demikian, para pemilik kendaraan Neta di Indonesia tetap mendapatkan hak dan perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi konsumen di tengah dinamika dan perubahan besar yang sedang terjadi di tubuh perusahaan secara global.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-