Ngaji Hukum FMPN Jadi Ruang Refleksi, Mahasiswa Pagar Nusa Bahas Etika dan Integritas

Ngaji Hukum FMPN Jadi Ruang Refleksi, Mahasiswa Pagar Nusa Bahas Etika dan Integritas

FMPN Perkuat Kesadaran Hukum dan Moral Kader Pagar Nusa---Dok. Istimewa

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh kader agar lebih berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi. Dalam konteks organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), setiap tindakan individu dapat berdampak pada citra organisasi secara keseluruhan.

“Kita harus berpikir jernih. Jangan sampai ada celah yang membuat organisasi disusupi atau dipersepsikan negatif oleh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Nasib Neta di Indonesia Jadi Sorotan, Manajemen Buka Suara soal Dealer Tutup dan Restrukturisasi Global

Membangun Integritas dan Batas Moral

Lebih jauh, Muzakka menekankan bahwa belajar hukum bukan hanya tentang memahami pasal, melainkan membentuk karakter, integritas, dan keberanian moral.

“Hukum mengajarkan kita membaca situasi, memberi batas pada diri sendiri, dan berani mengatakan ‘cukup’ ketika ada yang keliru,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak terjebak pada pencitraan semu. Menurutnya, nilai positif organisasi seharusnya lahir dari tindakan nyata, bukan sekadar narasi.

“Yang perlu disebarkan, silakan disebarkan. Yang tidak perlu, jangan dipaksakan. Tugas kita adalah mengedukasi kader agar memahami peran dan fungsi organisasi dengan benar,” pungkasnya.

Diskusi berlangsung hingga pukul 22.30 WIB dalam suasana dialogis dan reflektif. Kegiatan ini menegaskan komitmen mahasiswa Pagar Nusa untuk terus belajar, berkhidmat, dan tumbuh dewasa dalam berorganisasi.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya