Resmi Terbit! Aturan Pembelajaran Selama Ramadan 2026, Ini Jadwal Lengkap Belajar hingga Libur Lebaran
Siswa Belajar-ilustrasi-berbagai sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah resmi menerbitkan aturan pembelajaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Surat Edaran Bersama (SEB).
Kebijakan ini dikeluarkan oleh Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Dalam Negeri guna mengatur kegiatan belajar siswa selama puasa hingga periode libur Idulfitri.
Aturan tersebut menitikberatkan pada penyesuaian aktivitas pembelajaran agar tetap efektif namun tidak memberatkan peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
Salah satu poin pentingnya adalah pengurangan intensitas kegiatan fisik serta penyesuaian metode belajar yang lebih fleksibel dan humanis.
Pembelajaran Mandiri di Awal Ramadan
Dalam SEB yang diterbitkan, pemerintah menetapkan bahwa pada 18–21 Februari 2026, siswa menjalankan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan belajar mandiri ini dilakukan berdasarkan penugasan dari sekolah atau madrasah, dengan prinsip:
-
Tidak membebani murid maupun orang tua
-
Dilaksanakan secara menyenangkan
-
Mengurangi ketergantungan pada gawai dan internet
-
Mendorong interaksi sosial di lingkungan sekitar
Model pembelajaran ini diharapkan mampu memberi ruang adaptasi bagi siswa di awal Ramadan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter di rumah.
BACA JUGA:WFA Resmi Berlaku Saat Nyepi dan Lebaran 2026, Menaker Yassierli Terbitkan SE untuk Perusahaan
Kembali Belajar di Sekolah dan Madrasah
Selanjutnya, pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah atau madrasah seperti biasa, namun tetap dengan penyesuaian selama bulan puasa.
Bagi siswa beragama Islam, sekolah dianjurkan mengisi kegiatan dengan aktivitas keagamaan, seperti:
-
Tadarus Al-Qur’an
-
Pesantren kilat
-
Kajian keislaman
-
Kegiatan sosial Ramadan
Sementara itu, siswa non-Muslim didorong mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, sehingga nilai toleransi dan keberagaman tetap terjaga.
Jadwal Libur Bersama Idulfitri 2026
Pemerintah juga menetapkan periode libur bersama Hari Raya Idulfitri, yakni:
-
16–20 Maret 2026
-
23–27 Maret 2026
Selama masa libur tersebut, siswa diimbau memanfaatkan waktu untuk:
-
Mempererat hubungan keluarga
-
Bersilaturahmi dengan masyarakat
-
Mengikuti kegiatan sosial keagamaan
-
Menguatkan pendidikan karakter di lingkungan rumah
Kegiatan belajar mengajar akan kembali normal pada 30 Maret 2026.
Tujuan Aturan: Pembelajaran Tetap Efektif di Bulan Puasa
BACA JUGA:Daftar Lengkap Wilayah Berpotensi Hujan Saat Imlek 2026, Cek Daerahmu!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang agar proses belajar tetap berjalan optimal tanpa membebani siswa.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip dari laman resmi kementerian, Senin (16/2/2026).
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh satuan pendidikan untuk berkolaborasi dalam memenuhi hak belajar siswa selama Ramadan.
“Kami mengajak seluruh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua untuk bersinergi. Ramadan harus menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat, sekaligus memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi secara optimal,” jelasnya.
Jadwal dan Aturan Pembelajaran Selama Puasa–Lebaran 2026
18–21 Februari 2026
Pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga/masyarakat
23 Februari – 14 Maret 2026
Belajar kembali di sekolah atau madrasah
16–20 Maret & 23–27 Maret 2026
Libur bersama Idulfitri
30 Maret 2026
Masuk kembali belajar di sekolah/madrasah
Penekanan pada Pendidikan Karakter
Kebijakan pembelajaran Ramadan 2026 tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan nilai karakter, seperti:
-
Religiusitas
-
Empati sosial
-
Kedisiplinan ibadah
-
Kepedulian terhadap sesama
Pemerintah berharap pendekatan ini mampu menciptakan keseimbangan antara capaian pendidikan dan kesehatan fisik-mental siswa selama menjalankan ibadah puasa.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-