SEMARAKNEWS.CO.ID - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa klub raksasa Inggris, Chelsea FC, bakal datang ke Indonesia untuk menggelar pertandingan.
Pernyataan itu disampaikan Rosan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik mayoritas Chelsea, Todd L. Boehly. Pertemuan berlangsung pada Jumat (20/2/2026) di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam suasana yang hangat, Boehly bahkan menghadiahi Prabowo sebuah jersey biru khas Chelsea dengan nomor punggung 24 atas nama Reece James. Momen tersebut diabadikan dalam foto bersama yang kemudian menjadi sorotan publik.
Tak hanya membahas sepak bola, pertemuan tersebut juga memuat janji besar dari Boehly.
“Salah satunya adalah ada owner majority dari Chelsea, Lakers, juga ada Dodgers,” ujar Rosan seperti dikutip dari Antara News. “Dan dia berjanji mau bawa klub Chelsea dan Lakers ke Indonesia untuk kerja sama dan melakukan pertandingan.”
Selain Chelsea, Boehly juga disebut akan membawa tim basket legendaris NBA, Los Angeles Lakers, ke Indonesia.
BACA JUGA:Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional dan TKDN, Kadin Tolak Impor 105.000 Kendaraan Niaga dari India
Angin Segar untuk Fans The Blues
Bagi para pendukung The Blues di Indonesia, kabar ini jelas menjadi angin segar. Indonesia dikenal sebagai salah satu basis fans Chelsea terbesar di Asia Tenggara. Jika rencana ini terealisasi, maka laga tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan internasional paling dinanti dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal kedatangan Chelsea maupun Lakers. Rosan belum mengungkap waktu pasti pelaksanaan pertandingan tersebut.
Publik pun masih menunggu detail lebih lanjut, termasuk lokasi pertandingan, format laga, serta kemungkinan melibatkan klub atau tim nasional Indonesia.
Bukan Hanya Chelsea, Ada Inter Milan dan CEO Global
Menariknya, pertemuan Prabowo di Washington DC tidak hanya melibatkan Boehly. Tercatat ada 12 CEO perusahaan global terkemuka yang ikut dalam agenda tersebut.
Salah satunya adalah CEO Oaktree Capital Management sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan, Armen Panossian.
Selain itu hadir pula sejumlah nama besar dunia investasi, seperti:
-
Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners
-
Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic
-
Al Rabil dari Kayne Anderson
-
Neil R. Brown dari KKR
-
Michael Weinberg dari Levine Leichtman Capital Partners
-
Justin Metz dari Related Fund Management
-
Luke Taylor dari Stonepeak
-
Nabil Mallick dari Thrive Capital
-
Jeffrey Perlman dari Warburg Pincus
-
Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners
Kehadiran para petinggi perusahaan global ini menegaskan bahwa agenda pertemuan bukan sekadar soal olahraga, melainkan juga membahas peluang investasi strategis di Indonesia.
Sinyal Iklim Investasi yang Kondusif
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan di Washington DC ini juga dipandang sebagai fase baru Indonesia yang semakin percaya diri dan stabil di mata dunia. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru global.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
BACA JUGA:Yamaha WR155R Makin Diburu, Motor Trail 155cc VVA Tangguh di Segala Medan Harga Rp 40 Jutaan
Jika Chelsea dan LA Lakers benar-benar datang ke Indonesia, dampaknya bukan hanya euforia olahraga. Event semacam ini berpotensi mendongkrak sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, hingga industri kreatif.
Kedatangan klub kelas dunia juga bisa membuka peluang kerja sama komersial, pengembangan akademi olahraga, hingga transfer pengetahuan manajemen klub profesional.
Kini, publik tinggal menunggu realisasi janji tersebut. Apakah 2026 akan menjadi tahun di mana Indonesia benar-benar menjadi tuan rumah bagi klub-klub elite dunia?
Yang jelas, sinyalnya sudah ada—dan para fans sudah mulai menghitung hari.