Sering Hantam Lubang? Ini 4 Komponen Motor yang Cepat Rusak dan Bisa Bikin Dompet Jebol!

Sering Hantam Lubang? Ini 4 Komponen Motor yang Cepat Rusak dan Bisa Bikin Dompet Jebol!

Ilustrasi Motor Yamaha Neos---yamahamu

SEMARAKNEWS.CO.ID - Banyak pengendara motor yang menganggap remeh lubang di jalan. Selama motor masih bisa jalan dan terasa normal, biasanya tidak terlalu dipikirkan.

Padahal, kebiasaan sering menghantam lubang atau melibas jalan rusak diam-diam bisa membawa dampak serius.

Efeknya bukan cuma soal kenyamanan berkendara yang berkurang, tapi juga berpotensi menguras dompet karena beberapa komponen penting bisa cepat rusak. Terutama bagian kaki-kaki motor yang paling pertama menerima benturan.

Berikut empat komponen motor yang paling rentan rusak jika Anda sering menghantam lubang di jalan.

1. Ban dan Pelek Jadi Korban Pertama

Komponen pertama yang langsung menerima tekanan saat motor melindas lubang adalah ban dan pelek. Ketika roda menghantam lubang dengan kecepatan tertentu, beban dan benturan akan langsung diserap oleh kedua bagian ini.

Dampaknya bisa beragam, mulai dari:

  • Ban benjol atau sobek

  • Dinding ban retak

  • Pelek peyang

  • Tekanan angin cepat berkurang

Jika dibiarkan, ban yang sudah tidak sempurna bisa memengaruhi kestabilan motor. Selain itu, pelek yang peyang akan membuat laju roda tidak presisi dan berisiko membahayakan keselamatan.

BACA JUGA:Honda Beat Street 2026 Tampil Makin Stylish! Warna Dove Brown Bikin Skutik Urban Ini Kian Premium, Harga Tetap Ramah Kantong

Mengganti ban dan memperbaiki pelek tentu bukan biaya kecil, apalagi jika motor menggunakan pelek racing atau ukuran tertentu.

2. Suspensi atau Sokbreker Cepat Aus

Setiap kali motor menghantam lubang, sistem suspensi bekerja ekstra keras untuk meredam benturan. Sokbreker depan maupun belakang menahan tekanan agar getaran tidak langsung terasa ke bodi dan pengendara.

Namun jika terlalu sering menerima hentakan keras, umur pakai suspensi bisa jauh lebih pendek dari seharusnya.

Beberapa tanda sokbreker mulai bermasalah antara lain:

  • Motor terasa lebih keras saat melewati jalan bergelombang

  • Muncul bunyi “gluduk” dari bagian depan atau belakang

  • Oli sokbreker bocor

  • Motor terasa limbung saat menikung

Jika dibiarkan, suspensi yang lemah bukan hanya membuat tidak nyaman, tapi juga mengurangi kontrol saat berkendara.

3. Bearing Roda Jadi Cepat Longgar

Selain sokbreker, bearing roda juga sangat rentan terhadap benturan keras. Bearing berfungsi menjaga putaran roda tetap halus dan stabil.

Saat roda menghantam lubang, tekanan mendadak bisa membuat bearing cepat aus atau longgar. Jika sudah bermasalah, biasanya muncul gejala seperti:

  • Suara dengung saat motor melaju

  • Roda terasa oblak

  • Getaran berlebih di setang

Kerusakan bearing memang terlihat sepele, tetapi jika tidak segera diganti bisa berdampak pada komponen lain, termasuk poros roda.

4. Sasis atau Rangka Bisa Ikut Terdampak

Inilah dampak paling serius yang sering tidak disadari: kerusakan pada sasis atau rangka motor.

Setiap benturan keras menghasilkan getaran dengan frekuensi tinggi. Jika terjadi berulang kali, getaran tersebut dapat memengaruhi struktur rangka secara perlahan.

Dalam jangka panjang, risiko yang bisa muncul antara lain:

  • Rangka melengkung

  • Las-lasan retak

  • Geometri motor berubah

Jika sasis sudah mengalami kerusakan, biaya perbaikannya bisa sangat mahal dan dalam beberapa kasus sulit dikembalikan ke kondisi semula.

BACA JUGA:Honda PCX160 2026 Makin Mewah! Warna Baru Bikin Tampil Beda, Spesifikasi Masih Sama? Ini Detail dan Harganya

Kenapa Lubang Jalan Berbahaya untuk Motor?

Motor memiliki struktur dan sistem peredam yang lebih sederhana dibanding mobil. Ban yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan membuat motor lebih rentan terhadap benturan mendadak.

Saat menghantam lubang dengan kecepatan tinggi, energi benturan langsung terdistribusi ke seluruh bagian kaki-kaki hingga rangka. Jika terjadi berulang, komponen akan mengalami kelelahan material.

Itulah sebabnya, meski terlihat biasa saja, kebiasaan sering melindas jalan rusak bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

Cara Mengurangi Risiko Kerusakan

Agar komponen motor tidak cepat rusak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Kurangi kecepatan saat melewati jalan rusak

  • Jaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi

  • Rutin cek kondisi kaki-kaki motor

  • Hindari menghantam lubang dalam dengan kecepatan tinggi

  • Lakukan servis berkala untuk memastikan suspensi dan bearing dalam kondisi baik

Berkendara dengan lebih waspada bukan hanya menjaga keselamatan, tapi juga membantu memperpanjang usia pakai komponen motor.

Jangan Anggap Sepele Jalan Rusak

Sering menghantam lubang memang terasa sepele, apalagi jika motor masih bisa digunakan seperti biasa. Namun dampaknya bisa muncul secara perlahan dan baru terasa ketika kerusakan sudah parah.

Mulai dari ban, pelek, suspensi, bearing roda, hingga sasis, semuanya bisa terdampak. Biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit.

 

Jadi, mulai sekarang lebih bijak saat berkendara. Perlambat laju motor saat melihat jalan rusak, dan rawat kendaraan secara rutin agar tetap aman, nyaman, dan tidak bikin kantong bolong.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya