Kurs Terpuruk! Rupiah Melemah Tajam Hari Ini, Sentuh Rp17.105 per Dolar AS
Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah---Dok. Istimewa
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Nilai tukar Rupiah Indonesia kembali tertekan dan mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Rupiah ditutup di level Rp17.105 per dolar AS, melemah sekitar 70 poin atau 0,41 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Level ini melampaui rekor terendah sebelumnya yang terjadi saat Krisis Moneter Asia 1998, di mana rupiah sempat menyentuh kisaran Rp16.800 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat rupiah berada di posisi Rp17.092 per dolar AS.
BACA JUGA:10 HP Xiaomi Terbaru 2026, Dari Harga Murah sampai Flagship Premium
Mata Uang Asia Mayoritas Menguat, Rupiah Justru Tertekan
Di tengah pelemahan rupiah, sejumlah mata uang Asia justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Yen Jepang, baht Thailand, dan yuan China tercatat menguat, sementara won Korea Selatan juga mencatat kenaikan signifikan.
Di sisi lain, peso Filipina menjadi salah satu mata uang yang mengalami pelemahan. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga masih berada di zona positif pada penutupan perdagangan.
Untuk mata uang negara maju, tren penguatan juga terlihat pada euro, poundsterling Inggris, franc Swiss, hingga dolar Australia dan Kanada.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, pelaku pasar masih terpecah dalam melihat arah konflik tersebut. Sebagian investor berharap adanya deeskalasi, namun tidak sedikit yang mengantisipasi potensi konflik lebih luas.
Kondisi ini membuat pasar cenderung berhati-hati dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
BACA JUGA:GIICOMVEC 2026 Digelar 8–11 April di JIExpo Kemayoran, Ajang Strategis Industri Kendaraan Komersial
Harga Minyak Naik, Bebani Ekonomi Domestik
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi tekanan tambahan bagi rupiah.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-